Sabtu, 03 Juli 2021

Pengalaman yang tidak diuji adalah sia sia

1 Korintus 3:1  Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.

Usia belum tentu menjamin kedewasaan seseorang, mereka melakukan kesalahan yang sama berulang kali, karena mereka tidak pernah mau berhenti sejenak untuk belajar dari kesalahan mereka.

2 Korintus 13:5  Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 

Alkitab berkata bahwa kita harus meluangkan waktu untuk menyelidiki hidup kita sendiri dan bukan orang lain, saat kita menganalisa pengalaman maka kita akan banyak menemukan hal hal yang menarik untuk disimak dan di evaluasi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

2 Korintus 13:7 Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji.

Jangan mengabaikan kesalahan masa lalu, sebab dari sanalah kita bisa belajar agar tidak membuat kesalahan yang sama, seperti perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian seharusnya hanya memakan waktu beberapa minggu, tapi malah memakan waktu 40 tahun karena mereka menolak untuk belajar dari pengalaman mereka.

1 Korintus 3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya. 

Berapapun usia kita, kedewasaan datang saat Tuhan mengajar kita melalui kehidupan sehari hari, ingatlah setiap ujian yang gagal berarti kita harus satu kali lagi mengulangi ujian tersebut sampai kita lulus, betapa ironisnya jika kita tidak pernah bisa lulus.

Yosua 14:10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini.

Seringkali kemapanan dan kenyamanan hidup bisa mengalihkan hati dan pikiran sehingga kita tidak pernah menuntaskan tugas dan tanggung jawab kita didunia ini, sebagaimana Kaleb menikmati hidupnya namun dia tidak pernah mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Yosua 14:11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.

Orang orang tipe ini akan selalu kuat, tetap memiliki semangat muda sekalipun sudah lanjut usianya, seberapa banyak orang orang tua sudah menyerah pasrah pada keadaan, setiap hari hanya keluhan dan penyesalan yang membuat kondisi hidupnya semakin terpuruk dan menjadi lemah lalu sakit sakitan.

Yosua 14:12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN." 

Berapapun usia kita jangan pernah patah semangat, sesukar dan sesulit apapun kehidupan, janji Tuhan pasti digenapi, maju terus pantang mundur, lakukan bagian kita dengan benar dan tepat, pengalaman hidup bersama Tuhan akan mengajar dan menuntun kita kepada rancanganNya.

Yosua 14:13-14 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 

Setialah kepada Tuhan, sebab hanya orang yang setia dan tulus hati yang akan menerima janji janji Allah. 

Tetap semangat. Jbu

Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City 

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar