Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
❇️ Untuk segala sesuatu yang terjadi di bumi ini ada tujuan Allah didalamnya.
❇️ Ayub seorang yang saleh, yang dipromosikan oleh Tuhan dihadapan iblis. Ada masa Ayub sangat diberkati dan ia menikmati musimnya yang penuh dengan berkat itu. Namun oleh seijin Tuhan, musim harus berganti dalam hidup Ayub, dari musim penuh berkat menjadi musim ujian, penuh penderitaan dan air mata.
❇️ Di musim yang baru bagi Ayub, hal-hal yang tidak mungkin Ayub perkatakan di musim yang lalu, pada akhirnya Ayub perkatakan. Ayub menjadi kecewa, menyesali hari kelahirannya, bahkan menganggap Allah jahat pada dirinya. Ayub bergumul dengan imannya.
Ayub 6:4
Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku.
❇️ Jiwa merupakan tempat kita berpikir, berperasaan. Di dalam jiwa kita terdapat hikmat, kecerdasan, naluri. Saat musim yang berat bagi Ayub (termasuk kita), jiwa ini rentan untuk tersakiti, bahkan kita bisa mempertanyakan kasih Tuhan. Jiwa seakan “menghisap racun yang pahit dan mematikan”.
❇️ Tapi sadarilah, di setiap musim ada Allah Bapa dekat kita. Ia mengerti saat kita marah dan kecewa. Ia tahu keadaan kita yang lemah. Tapi Ia tidak akan menyerah dan harus terus bekerja di musim itu demi mendewasakan anak-anak-Nya. Bapa sorgawi tidak merancangkan yang jahat bagi kita apapun yang kita alami saat ini.
Ayub 42:5
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
❇️ Ayub pun masuk dalam musim yang baru. Ketika ia masuk musim yang baru, jiwanya didewasakan. Bahkan ia melihat Tuhan yang selama ini ia dengar dari kata orang. Ayub berbicara secara pribadi dengan Tuhan!
❇️ Mungkin selama ini kita adalah golongan orang-orang yang mendengar tentang Tuhan dari khotbah-khotbah, kesaksian-kesaksian, renungan-renungan. Ketika kita diberkati, kita pikir kita sudah mengenal Tuhan. Tapi musim yang berat akan memproses kita untuk menyadari sejauh mana pengenalan kita kepada Tuhan, sedekat apa kita dengan Dia.
❇️ Serahkan jiwa kita untuk didewasakan oleh Bapa Sorgawi, agar Roh Kudus menguatkan kita saat proses yang menyakitkan harus kita lalui, sampai kita melihat dan mengenal-Nya secara pribadi, memahami Firman-Nya, mengerti tujuan ILahi-Nya dalam hidup ini, merasakan sentuhan dan pelukan kasih-Nya, yang mungkin selama ini kita tahu dan dengar dari kata atau kesaksian orang saja.
👉 Percayalah, saat kita dewasa secara rohani, Bapa akan mempercayakan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kita selama ini, lebih dari apa yang pernah kita terima di masa lampau. Musim penderitaan tidak selamanya ada, pasti berganti.
Tetap semangat. JBU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar