Sabtu, 11 Desember 2021

sukses memenangkan hati Tuhan

Kejadian 4:16-24
Kain dan Set, keduanya sama-sama anak Adam dan Hawa. Kain pergi dari hadapan Tuhan karena sudah membunuh Habel,  adiknya. Di pengembaraan Kain berhasil membangun kota dan keturunannya adalah orang-orang hebat. 

Kejadian 5:1-32
Set juga membangun keluarga dan kemudian memiliki keturunan demi keturunan. 

Kejadian 5:25-29
Diantara keturunan Set terdapat Nuh. Nuh memiliki seorang kakek yang bernama Metusalah. Bila kita pelajari, Metusalah berusia 369 tahun ketika Nuh lahir. Metusalah meninggal di usia 969 tahun, dimana di tahun itu pula terjadi air bah yang merupakan bentuk hukuman Tuhan akibat dosa di muka bumi ini. 

Kejadian 6:1-9
Terjadi perkawinan campuran antara anak-anak Allah dengan keturunan Kain. Anak-anak Allah ini adalah keturunan Set. Mereka adalah keturunan Ilahi, dimana bapa mereka hidup dihadapan Allah. Tapi sayang sekali, mereka tertarik dengan kecantikan dari keturunan Kain, sehingga kehidupan dari anak-anak Allah tercemar oleh pergaulan yang salah. Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 1 Korintus 15:33. 

Karena dosa itu meningkat Allah sampai menyesal menciptakan manusia dan hendak memusnahkan manusia. 

Kejadian 6:8-12
Tapi hanya Nuh yang mendapat kasih karunia Allah. Karena ia hidup tidak bercela dihadapan Tuhan. Metusalah masih hidup saat itu. Tapi tidak tertulis bahwa nama Metusalah juga mendapat kasih karunia. Tidak tertulis bahwa Metusalah hidup tidak bercela di hadapan Tuhan. 

Ketika air bah melanda bumi dan memusnahkan semua manusia (kecuali keluarga Nuh yang ada di dalam bahtera), di tahun yang sama Metusalah berusia 969 tahun dan di tahun itu juga ia meninggal. Tidak dijelaskan bagaimana ia meninggal. Apakah beberapa hari atau beberapa bulan sebelum air bah Metusalah meninggal atau bahkan ia meninggal dalam air bah. 

Bagaimana dengan istri dan anak-anak Nuh?  Bukan tidak mungkin istri dan anak-anak Nuh juga sempat tercemar oleh dosa, karena Alkitab TIDAK menulis "tetapi Nuh dan keluarganya...". Alkitab hanya menulis nama Nuh yang mendapat kasih karunia Tuhan karena hidup benar dan tidak bercela. 

Karena Nuh orang yang kuat memegang prinsip untuk tetap hidup benar dan ia berhasil memenangkan hati Tuhan, maka ia pun berhasil memimpin keluarganya untuk masuk ke dalam bahtera keselamatan. 

Apapun pergumulan kita saat ini, mari kejar untuk mendapat tempat yang spesial di hati Tuhan. Menangkan hati-Nya dengan hidup takut serta penuh hormat kepada-Nya, maka IA pun akan membela perkara kita. Bahkan keluarga kita pun akan diselamatkan oleh-Nya. Amin. Terpujilah Allah dan Penebus kita Tuhan Yesus Kristus. 

Tetap semangat. Jbu



Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar