Minggu, 13 Februari 2022

IMANUEL selalu ada

Yesaya 7:1-14

Sikap kita menunjukkan siapa yang kita sembah; dunia, kebijaksanaan kita, ataukah justru Imanuel yang menjadi Allah kita. 

Ahas, raja Yehuda yang murtad, menolak ketika Tuhan berfirman tentang Imanuel kepadanya. Padahal ia sedang dalam keadaan terdesak. Tapi ia memilih mencari pertolongan dari Asyur. 

Hidup ini pilihan. Tuhan tidak memaksakan kehendakNya dalam hidup kita. Kitalah yg menentukan akan menjadi apa kita di masa depan. 

Di akhir zaman, banyak orang tetap beragama kristen, bahkan banyak pelayan-pelayan Tuhan tidak lagi mengandalkan Imanuel, menolak Firman (sadar/tidak sadar). Justru memilih untuk mengandalkan kekuatan sendiri ataupun mengandalkan dunia.

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 

Imanuel itu adalah Penasehat Ajaib, Allah yg Perkasa, Bapa yg kekal, Raja Damai. 

Yohanes 1:14 (TB)  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Imanuel itu adalah Tuhan Yesus, Firman Allah yang menjelma menjadi Manusia, tinggal bersama-sama dengan kita.

Bila kita menemui kegagalan di tahun ini (2021), bila kita merasa berjalan sendiri, emosi negatif justru lebih banyak memimpin kita sepanjang tahun ini, dimanakah Imanuel? Imanuel tidak berubah, Dia tetap Allah yg menyertai kita dan Dia tidak mungkin melalaikan FirmanNya.

Sekali lagi, sikap kitalah yang menentukan, apakah kita akan mengalami Imanuel dalam hidup kita, saat menutup tahun 2021 dan memulai  tahun 2022 sampai seterusnya. 

1. Kita harus sadar, Imanuel, Allah yang menyertai kita, tetap ada bahkan di saat kita tidak sedang menghormati Dia. 

Dia ada di saat kita berdosa. Sebagaimana Ahas, bila kita tidak menyadari kehadiranNya, tidak menghormatI Dia, maka kita tidak akan mengalami kehadiran Raja Damai, sebab kita menolak Penasehat yang Ajaib, kita tidak mempercayai Allah yang Perkasa, kita tidak mengandalkan Bapa yg kekal.

2. Imanuel, Allah beserta kita, membutuhkan respon dari kita. 

Yohanes 15:1-4
Bila Dia tinggal di dalam kita, kita di dalam Dia, Sang Imanuel, maka kita akan berbuah, berhasil, memperoleh berkat, menjadi berkat, terus berkarya. Inilah rahasia bagaimana kita bisa berhasil di tahun mendatang. 

Bila kita mengalami hal-hal yang tidak baik sepanjang tahun ini dan itu mempengaruhi jiwa kita, menggoncang iman kita, mari ingat-ingat, apakah kita melalaikan kehadiran Imanuel. Kita marah, kita mengomel, kita membalas kejahatan dengan kejahatan, karena kita lupa ada Imanuel. 

Kita lupa kita punya Penasehat yg Ajaib ketika kita terdesak, kita punya Allah yang Perkasa saat kita mengalami situasi pelik, kita punya Bapa yang melimpah kasih sayangNya, yang mengerti keadaan jiwa kita, yang mau membalut luka hati. 

Kita cari damai di dunia, padahal Imanuel ada dengan kita. 

Mari, hormati Imanuel. Sadari terus kehadiran-Nya. Mari menutup tahun ini dan membuka tahun yg baru dengan perbanyak bicara dengan Imanuel, buka pintu hati untuk berkomunikasi dengan Dia selebar-lebarnya. 

Yesus, Imanuel di dalam kita, kita di dalam Dia.

Yesaya 40:31 
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Mengapa tidak lelah, mengapa kuat, karena kata "menanti-nantikan Tuhan" itu sama dengan tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita. Ada buah yg akan keluar. Kita tidak menjadi bangga dengan prestasi yg kita raih karena sadar, semua karena ada Yesus, ada Imanuel bagi kita. Kita bersemangat berkarya karena kita adalah karya Allah yg ajaib. 
 
Mazmur 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 

Ada keajaiban dalam pelayanan kita, ada keajaiban di rumah tangga, ada kekuatan besar di saat kita ujian dan pencobaan bahkan di saat kita berduka, ada kemuliaan Allah yg akan kita saksikan di tahun 2022. Terang di tengah kegelapan dunia. Amen.

Tetap semangat. Jbu




Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar