Rabu, 16 Februari 2022

Nikmati tiap hal kecil

Mazmur 131:1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 

Keajaiban hidup seringkali tidak muncul dari perkara perkara besar, akan ada waktunya dalam hidup ini dimana hal hal kecil yang tadinya tidak berarti menjadi begitu berarti bahkan dengan mati matian ingin kita ulang kembali.

Matius 25:21  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Jangan pernah bermimpi bisa melakukan hal hal yang besar, jika hal kecil saja belum bisa kita lakukan, mulailah segala sesuatunya dari yang kecil kecil dulu, lakukan semuanya dengan penuh tanggung jawab, detail dan terperinci, tidak ada satupun yang terlewat dari pandangan kita, sampai Tuhan melihat bahwa kita memang orang yang cakap melakukannya.

Keluaran 18:21 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

Syarat mutlak dari orang yang ingin karirnya maju dan berkembang ialah takut akan Allah, cakap dan jujur, gesit, trampil, teliti dan kritis dalam detail pekerjaan, tidak serampangan dalam tindakan dan perbuatan, percayalah!, jika semua syarat ini sudah dimiliki, pasti naik dan naik selama lamanya.

Amsal 22:29  Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. 

Jika gagal dan gagal, jangan pernah salahkan Tuhan!, jangan pernah bilang nasib buruk dan sial, melainkan intropeksilah diri, jangan pernah iri terhadap keberhasilan orang lain, melainkan belajarlah dari mereka yang telah berhasil dalam hidupnya.

Kejadian 27:38-40  Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau. Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu." 

Jangan menjadi kerdil dan picik melihat keberuntungan orang lain, mari jadikan segala kegagalan dan kekurangan kita untuk belajar dan memotifasi diri kita untuk melakukan hal hal yang lebih baik, sampai kita semua berhasil menerima janji dan berkat Tuhan.

Tetap semangat. Jbu



Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar