Markus 12:29-31 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Ayat ini menjelaskan dengan sangat bahwa Tuhan tidak mau kita hanya sekedar mengasihi Dia, dan mengasihi sesama (pasangan, keluarga, sahabat ) alakadarnya, Tuhan ingin kita mencintai Dia dan sesama dengan sungguh sungguh, artinya dengan sepenuh hati, sepenuh perasaan (emosi).
Amsal 3:11-12 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya, karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
Apakah kita bisa merasakan hubungan yang penuh emosional disini?, Tuhan tidak menginginkan hubungan yang biasa biasa saja, tetapi Dia menginginkan hubungan yang penuh dengan emosional cinta, hubungan yang selalu menggebu gebu penuh dengan emosional kasih sayang yang tulus murni.
2 Petrus 3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
Tuhan memiliki emosi dan perasaan, Dia bisa merasa senang, sedih, marah dan sakit, bahkan Tuhan sangat benci terhadap dosa, karena kita semua diciptakan serupa dengan gambar Allah, maka kitapun memiliki hal yang sama.
Yesaya 38:17 Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.
Jangan keliru akan didikan, sebab kesalah pahaman akan berakibat fatal, pakailah kemampuan emosional kita pada porsi yang benar dan tepat, sehingga kita bisa melihat tujuan akhir dari sebuah didikan, baik itu dari Tuhan, orang tua, keluarga maupun sahabat.
Mazmur 103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Emosi akan membantu kita untuk mengalami hidup yang penuh dengan gairah, sebagai wujud dari perasaan mencintai dan dicintai, yang membuat kita bisa setia, taat, baik hati, dan murah hati.
Wahyu 3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
Tanpa emosi hidup menjadi hambar, alias suam suam kuku, yang bisa membuat kita kehilangan makna dari kehidupan, tanpa sadar kita terhilang dari Tuhan, dari keluarga dan dari hubungan pertemanan.
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Menarilah sesuai perasaan hati, biarkan emosi mengalir seperti lagu, hanya ingatlah!, ketika berhadapan dengan orang seringkali kita tidak sedang berhadapan dengan orang yang memiliki logika, tapi orang yang juga memiliki emosi, ketika emosi kita dan emosi orang itu tidak nyambung, disanalah yang membuat perpecahan dan pertengkaran.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar