Rabu, 23 Maret 2022

Rencana Tuhan Dibalik Ketidaknyamanan

Amos 6:1 “Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang!

Berhati-hatilah dengan kenyamanan, karena kenyamanan dapat membuai seseorang sehingga terlena, santai dan tanpa disadari membawanya pada kehancuran. 

Kenyamanan adalah akhir dari sebuah kemajuan dan awal dari kemunduran. Biasanya jika seseorang sudah merasa nyaman dalam hidupnya, ia tidak lagi melatih hidupnya. Usahanya tidak segigih yang dulu, doa-doanya pun tidak sungguh-sungguh seperti dahulu.

Melalui nabi Amos, Tuhan Allah memperingatkan bangsa Israel yang tinggal dalam kenyamanan, karena merasa aman dan tenteram, bangsa Israel lupa akan celaka yang akan dialami. 

Kenyamanan hidup membuat mereka terlena dan tidak waspada akan bahaya yang sedang mengancamnya. 

Kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 

Karena kita ini diciptakan oleh Dia dan untuk Dia, maka sepenuh kehidupan kita seharusnya digunakan untuk kehendakNya dan bukan kehendak diri kita sendiri.

Markus 10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 

Orang muda yang kaya ini lebih memilih hidup nyaman dengan kekayaannya ketimbang melakukan kehendak Tuhan yaitu menjual hartanya dan membagikan kepada orang miskin demi mendapatkan harta di sorga. Bagaimana dengan kita? Beranikah meninggalkan kenyamanan hidup demi melakukan kehendak Tuhan?

Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Belajar dan teladanilah kehidupan Tuhan Yesus. Ia rela meninggalkan kenyamanannya di sorga demi melakukan kehendak BapaNya yaitu menebus dosa manusia.

Tetap semangat. Jbu




Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar