Efesus 4:26, 27 apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa. Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.
Boleh marah asal jangan berbuat dosa. Marah itu hal yang baik kok, jika dilakukan dengan tepat, dengan kontrol diri yang baik, tanpa merugikan orang yang sedang kita marahi.
Efesus 4:1-20 Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kita bukan lagi orang-orang yang memiliki pengertian yang gelap, keras hati dengan perasaan yang tumpul, sehingga jatuh ke dalam berbagai hawa nafsu dan kecemaran.
Orang yang keras hati, sulit menerima nasihat dan masukan yang berguna bagi dirinya. Ia marah dan menganggap justru orang yang memberi masukan positif itu sedang marah pada dirinya, menghina dirinya, menjatuhkan harga dirinya. Dalam kondisi seperti demikian, tentu saja tidak bisa merasakan hadirat Allah. Bawaan makin capek hati dan tanpa damai. Memangnya enak?
Orang yang keras hati akan berperilaku seperti ini:
1. Diam tapi menyimpan amarah yang akhirnya menjadi dendam. Efeknya, penyakit dalam tubuh bermunculan dan cepat tua.
2. Melampiaskan amarah dengan kata-kata dan perilaku kasar. Efeknya, orang-orang seperti ini justru mendapat penilaian secara sepihak dari lingkungan sosialnya. Ia akan di-cap aneh, bodoh dan lain sebagainya.
Marah yang tidak terkendali akan membuat kita nampak seperti orang bodoh.
Dalam komunitas, gesekan itu pasti ada. Salah paham pasti ada. Tapi ingat nasihat Firman Tuhan, bahwa kita sudah menjadi ciptaan baru, sehingga setiap gesekan harusnya tidak membuat kita marah secara tidak terkendali sehingga membuat kita menjadi berdosa.
Bila kita berdosa karena kemarahan kita, ada perpecahan yang terjadi, ini akan merusak dan menggagalkan rencana Allah bagi hidup kita. Karena disaat kita tidak mengendalikan diri, maka iblislah yang mengambil kesempatan untuk mengendalikan bahkan menjajah kehidupan kita.
Jangan marah sampai matahari terbenam. Mengapa?
Mazmur 91:1-6
Ada kedahsyatan malam, ada penyakit sampar di dalam gelap, ada penyakit menular di waktu petang.
Waduh, bayangkan kalau kita marah sampai malam hari, rugi kan?
Jadi, bukan waktunya kita mengedepankan perasaan tersakiti. Jangan buang waktu hanya memikirkan perasaan kita yang tersinggung. Anak Tuhan harus smart, pintar membaca situasi, strategi serta agresi yang iblis lakukan. Karena...
Yohanes 10:10a Yesus berkata bahwa iblis itu maling dan pembunuh. Dia punya target mencuri kekayaan sorgawi yang Tuhan berikan pada kita, merampas damai sejahtera kita, membodohi dan memiskinkan kita. Miskin sehingga tidak merasa cukup untuk dapat bersyukur, bawaannya ingin terus mengeluh, menyalahkan orang dan marah.
Jadi hati-hati, berjaga-jaga, waspada terhadap setiap tipu daya iblis.
"JANGAN BERI KESEMPATAN KEPADA IBLIS".
Tetap semmangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar