Kamis, 28 April 2022

mengetahui kehendak Tuhan secara penuh

Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Kehendak Tuhan adalah waktu yang terbaik sehingga hari ini atau besok atau kapanpun terjadi, itulah yang terbaik bagi perkembangan kehidupan orang percaya.

Tuhan sengaja membuat kita tidak mengerti kehendakNya secara sempurna agar setiap hari kita dapat menaruh iman,  pengharapan, dan kasih secara penuh kepadaNya.

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Walaupun kita tidak tahu kehendak Tuhan yang sempurna namun kita harus tahu bahwa kehendak Tuhan itulah yang terbaik. Yesus setuju dengan kehendak Bapa karena IA tahu dari mana serta untuk apa IA datang.

Markus 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Kita memang tidak tahu secara sempurna akan kehendak Tuhan tapi kita harus tahu bahwa Tuhan berkehendak agar kita melayaniNya serta mengabdikan diri untuk menjadi berkat bagi sesama.

2 Korintus 5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Jikalau kita hidup untuk Tuhan maka kita wajib melayani Tuhan dan pekerjaannya.

Lukas 8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, 3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Kebudayaan pada zaman Yesus tidak mengijinkan wanita  untuk melayani seperti kaum pria makanya Yesus memilih pria sebagai rasul-rasul, tapi wanita-wanita ini tidak kehilangan cara unt melayani, mereka melayani dengan  kekayaan mereka.

Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 

Kendor saja jangan apalagi tidak melayani Tuhan, ingatlah akan kasih Tuhan yang besar, IA selamatkan kita dengan darahNya yang mulia maka seharusnya kita mengasihi Dia melalui pengabdian diri untuk melayaniNya dengan apa yang ada pada kita.

Tetap semangat. Jbu



Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar