Rabu, 27 April 2022

Menjaga Hati Memancarkan Hidup

Efesus 6:12-13 
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

❇️ Senjata dipakai untuk menaklukan musuh, penguasa-penguasa di udara dikalahkan dengan senjata ini. Walaupun kita diberikan kuasa oleh Tuhan dengan cuma-cuma tapi bukan berarti tidak ada tanggung jawab didalamnya.

Matius 7:21-23  
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

❇️ Dengan kuasa kita dapat menaklukan musuh namun pada sisi yang lain justru karena ada kuasa banyak orang tidak masuk sorga.

❇️ Setiap kita yang diberi kuasa harus bermawas diri sehingga tetap ada dalam perkenanan-Nya.

Yohanes 13:5, 14-15
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

❇️ Tuhàn Yesus melakukan perkara-perkara besar namun IA pun tetap menggunakan handuk dalam pelayanan-Nya.
Handuk berbicara tentang kerendahan hati.

❇️ Kerendahan hati bukan produk manusia duniawi sehingga jika kita ingin belajar tentang kerendahan hati harusnya kita belajar langsung dari Tuhan Yesus Kristus.

Filipi 2:1-9 
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 

👉 Jangan sampai kita ingin menikmati kemuliaan Tuhan namun tidak mau hidup dalam kerendahan hati. orang yang menempatkan kerendahan hati sebagai syarat mutlak maka hubungannya langgeng dengan Tuhan.
 
Tetap semangat. JBU




Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar