Jumat, 22 April 2022

Pemenang kehidupan bukan melihat kepada besarnya masalah

1 Samuel 17:48-49
Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. 

❇️ Selama kita masih berdiam dibumi tantangan selalu ada. Kadang-kadang kesulitan-kesulitan yang dihadapi sangat berat seperti raksasa yang menghadang.

❇️ Sesulit apapun tantangan hidup yang kita hadapi dan seberat apapun kesukaran yang kita alami, jika berani menghadapinya kita akan mengalami kemenangan. 

1Samuel 17:4-6 
Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal. Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga,dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.

❇️ Mengalahkan dan membunuh Goliat sepertinya hal yang mustahil. Bukan saja karena ukuran badannya yang tinggi besar, tetapi juga karena seluruh tubuhnya yang terlindung rapat dengan baju perang.

❇️ Orang Israel melihat hambatan dan kesulitan untuk membunuh Goliat, tetapi Daud melihat peluang sekalipun kecil. Satu-satunya bagian yang terbuka di tubuh Goliat adalah bagian mata dan dahinya.

❇️ Memang benar, ini sukar! tetapi masalahnya adalah apakah kita memilih melihat hambatan, kesulitan sehingga tidak bertindak, atau kita memilih melihat peluang sekalipun kemungkinannya kecil. Daud memilih melihat peluang sekalipun kecil kemungkinannya.

Matius 14:17 
Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

❇️ Pusatkan perhatian kepada peluang yang terbuka sekalipun kecil kemungkinannya. Ketika fokus kita diarahkan kepada peluang dengan menyerahkan apa yang ada pada kita kepada Tuhan maka niscaya kita akan mengalami perkara-perkara heran.

2 Raja-raja 7:4  
Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati."

👉 Jangan biarkan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan menghalangi hal-hal yang bisa kita lakukan sebab Tuhan sangat menghargai tindakan kita untuk melangkah maju.

Tetap semangat. JBU




Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar