Mazmur 16:1 Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Pada dasarnya setiap orang mencari kebahagiaan. Dan itulah yang mendorong orang tersebut untuk melakukan sesuatu. Orang yang menyetujui perang ataupun orang yang menolak perang pada dasarnya mempunyai motif yang sama, yaitu mencari kebahagiaan.
Apapun wujudnya, semua orang sebenarnya ingin mendapat kebahagiaan. Ada yang mencarinya melalui kekayaan, kekuasaan, ilmu pengetahuan, atau mengasingkan diri dari kenikmatan dunia untuk mengejar hal-hal spiritual.
Semua trik yang dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan tidak akan langgeng jika trik itu bukannya berasal dari Firman Tuhan.
Daud tahu bahwa ia bisa bahagia jika ada dalam perlindungan Tuhan.
Perlindungan yang sejati hanya dapat diberikan oleh Allah, bukan oleh para pengawalnya. Allah yang mempunyai kuasa untuk menjadikan langit dan bumi, pasti mempunyai kuasa untuk menjadi perlindungan bagi Daud. Bagaimana dengan kita?
Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Jika Tuhan adalah tempat perlindungan kita maka kebahagiaan akan menjadi bagian kita karena kemanapun kita pergi kita aman terlindungi.
Mazmur 16:2 Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" 3 Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.
Daud tahu bahwa relasinya dengan Tuhan menentukan kebahagiaannya.
Daud menyatakan relasi pribadinya dengan Allah. Allah bukan hanya Mahakuasa, yang tak terjangkau di luar sana. Tetapi, Allah juga mempunyai relasi dengan Daud.
Waktu kita membangun relasi dengan Tuhan IA akan menempatkan kita pada tempat-tempat terbaik sehingga sekeliling kita menjadi kesukaan kita.
Mazmur 16:5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Daud tahu bahwa menjadikan Tuhan sebagai warisannya maka ia akan berbahagia.
Tuhan sebagai warisan kita, artinya kita menjadikan Tuhan sebagai yang terutama. Kita tidak lagi mengutamakan harta duniawi, kehormatan dunia dan lain sebagainya melainkan mengutamakan Tuhan sendiri.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar