1 Timotius 6:11-12 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
1. Apa dan siapa yg harus dijauhi?
1 Timotius 6:11-12 Seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.
2. Bagaimana caranya? 1 Tim 6:12 Firman Allah meminta kita untuk bertanding.
Terjemahan AYT: Berjuanglah dalam perjuangan yang perjuangan iman, mencapai hidup yg kekal, yg engkau telah dipanggil itu, sedang sudah engkau ikrarkan ikrar yg baik di hadapan banyak saksi.
Kata berjuang berasal dari kata Yunani yang artinya menderita sekali. Ada pergumulan yang hebat.
Manusia cenderung melakukan sesuatu yg sudah biasa ia temui, sudah biasa ia terima dan dengar, meskipun ia tidak menyukai hal itu. Awalnya bisa saja kita tidak menyukai hal-hal yang menjadi kebiasaan negatif dunia ini, seperti gosip, hawa nafsu dunia dan lain sebagainya. Tapi bila kita tinggal dalam komunitas yang demikian, perlu energi besar untuk tidak menjadi serupa dengan komunitas tersebut dan tetap menjadi manusia Allah.
Perlu energi besar untuk bertahan tidak keluar dari tempat dimana Allah menempatkan kita dalam rancanganNya.
Kita harus berjuang meskipun sangat melelahkan dan menderita, agar selamat. Bukan menerima begitu saja stimulasi-stimulasi iblis, agar tetap menjadi manusia Allah.
Ketika Tuhan Allah menciptakan manusia, kita diciptakan segambar dan serupa dengan Dia. Allah ingin kita beranak cucu dan memenuhi bumi. Dalam hal ini bukan sekedar menambah jumlah keturunan dan anggota keluarga kita sehingga memadatkan bumi. Namun Allah ingin kita yang serupa dan segambar dengan Dia menurunkan generasi yang juga segambar dengan Allah. Sehingga bumi ini penuh dengan manusia-manusia yang merupakan representatif Allah di bumi.
Banyak kehancuran rumah tangga terjadi, kasih menjadi dingin karena meninggalkan Tuhan, hidup dalam dosa sehingga gambar dan rupa Allah dalam dirinya menjadi rusak.
Untuk apa kehadiran kita sebagai manusia Allah? Agar kita bisa menolong orang lain, jiwa-jiwa yang memerlukan kehadiran Tuhan. Jangan pernah merasa tidak bisa, bahkan disaat kita mengalami kelemahan fisik atau kekurangan. Karena Tuhan sendiri telah berfirman, ”Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. – Mazmur 82:6 TB
Ketika Allah hadir dan nampak dalam hidup kita, kita menghargai dan menghormati kekudusanNya, maka Allah yang memampukan kita untuk melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan kehadiran dan mujizatNya. Bersama Allah didalam kita, kita akan menang.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar