Rut 1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
Saat kita kehilangan orang yang kita cintai, airmata yang jatuh memanggil kenangan waktu disaat kita saling mencintai, supaya kita belajar menerima dan mensyukuri dengan apa yang kita masih miliki.
Rut 1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.
Tuhan memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan pada kita untuk mengajarkan hikmah didalamnya, agar kita bisa belajar untuk mengenali Tuhan dengan lebih dekat, pada akhirnya Naomi berhasil mengantar Rut menantunya mengalami kegemilangan sejati karena berada didalam silsilah keturunan yang melahirkan Yesus " Sang Juruslamat".
Kejadian 42:36 Dan Yakub, ayah mereka, berkata kepadanya: "Kamu membuat aku kehilangan anak-anakku: Yusuf tidak ada lagi, dan Simeon tidak ada lagi, sekarang Benyamin pun hendak kamu bawa juga. Aku inilah yang menanggung segala-galanya itu!"
Kita bisa menulis seribu kata perpisahan, tetapi hanya satu yang kita rasakan yaitu kehilangan, duka yang kita rasakan saat kehilangan orang yang kita cintai adalah harga yang harus kita bayar untuk tetap memilikinya.
Kejadian 27:45 dan kemarahan kakakmu itu surut dari padamu, dan ia lupa apa yang telah engkau perbuat kepadanya; kemudian aku akan menyuruh orang menjemput engkau dari situ. Mengapa aku akan kehilangan kamu berdua pada satu hari juga?"
Bangunlah harapan, selalu ada kemungkinan menemukan penghiburan dari tragedi kehilangan orang orang yang kita cintai, barangkali semua yang terjadi adalah hal yang terbaik dalam hidup ini.
2 Samuel 12:21 Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!"
Tingkat kedewasaan rohani seseorang terlihat jelas dan nyata, ketika mereka berada dalam masa yang sukar dan sulit, apakah prinsip hidup dan pola pikirnya selaras dengan Tuhan atau mereka hanya hanya sekedar ikut ikutan!.
2 Samuel 12:22-23 Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup, tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."
Sedih itu tidak dilarang!, namun larut dalam kesedihan akan membuat kehilangan segalanya, bangkit dan mulailah kehidupan yang baru sekarang juga, tinggalkan semua perasaan sedih, kecewa, frustasi dan sakit hati karena semuanya akan menghambat masa depan.
Pererat hubungan dengan Tuhan karena hanya dariNya kita mendapat penghiburan sejati bahkan pemulihan yang sempurna.
Selamat hari minggu, selamat beribadah, selamat melayani Raja diatas segala raja.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar