Rabu, 18 Mei 2022

Tangan Penjunan

Filipi 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
 
Ada sukacita tersendiri bagi yang sudah lama tidak bertemu secara langsung dengan keluarga. Pada umumnya orang mengumpulkan uang agar pada waktunya bisa bersukacita dalam kebersamaan.
 
Setiap orang percaya harus mepersiapkan diri agar pada saat hidup ini berakhir bisa kembali ke rumah permanen, rumah Bapa di Sorga.
 
Wahyu 21:7-8 (TB)  Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." 
 
Bukanlah hal yang mudah untuk menang atas godaan iblis namun bagi yang mau taat pada pembentukan Tuhan pasti diberikan kemampuan untuk menang. 
 
Yunus 1:12  Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
 
Memang undi menunjukan Yunus sebagai penyebab dari badai besar namun jika Yunus tetap tidak mengakui kesalahannya, sesamanya takut bersalah juga kalau harus membuangnya kedalam laut.
 
Keputusan Yunus menyatakan bahwa ia orang yang bertanggung jawab, ia memilih untuk alami hukuman Tuhan dari pada aman tapi mengorbankan orang lain. 
 
Lukas 20:18 Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."
 
Barangsiapa bertobat yaitu jatuh di atas batu hidup yaitu Yesus mungkin akan hancur seperti tanah liat, jatuh di tangan penjunan, hancur, namun akan dipulihkan kembali.
 
Tetapi siapa yang tidak mau jatuh di atas batu atau tidak mau bertobat, ia seperti bejana ditimpa batu, ia akan remuk dan tidak bisa dipulihkan/diampuni lagi.
 
Bila melakukan kesalahan, lebih baik kita jatuh ke tangan Tuhan dan diampuni serta dipulihkan. 

Yeremia 18:4  Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
 
Tetap berasa tidak nyaman waktu bejana hidup ini menjadi rusak namun percayalah ditangan Sang Penjunan kerusakan seperti apapun akan dibentuk kembali sehingga menjadi karya yang indah serta tepat guna.
 
2 Samuel 24:14 ”Lalu berkatalah Daud kepada Gad: ”Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi jangan-lah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”
 
Pada bagian ini Daud terjerumus dalam bahaya kesombongan namun ia memilih untuk jatuh pada tangan Tuhan sehingga ia dapat mengalami kemenangan Tuhan pada akhirnya. Bagaimana dengan kita?
 
Tetap semangat. Jbu



Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar