1 Samuel 16:14 Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
Ketika Tuhan menciptakan manusia, kita sama seperti mahluk hidup lainnya, bernafas dan menghirup oksigen, tetapi bedanya khusus pada manusia Tuhan memberikan “Nafas Hidup” yaitu Roh Allah dalam manusia. Dan ketika hukum Allah kita langgar, Roh Tuhan undur dari kita. Kita bisa saja orang penting di masyarakat, pelayanan, kelompok. Kita bisa saja memiliki kekayaan, nama baik dan sebagainya yang membuat kita bangga.Namun bukan berarti Roh Tuhan tetap ada dalam kita bila kita tidak bertobat dari dosa-dosa kita, sebagaimana Saul tetap pada posisinya sebagai raja, bahkan ketika Saul sudah melanggar Firman Tuhan.
Roh Tuhan di dalam bahasa asli Alkitab disebut “Ruwach”. Kata Ruwach juga ada di Amsal 18:14, Orang yang bersemangat (ruwach) dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? Roh Tuhan memberikan semangat sehingga kita dapat menanggung penderitaan kita.
Sementara orang yang tidak menghormati kehadiran Tuhan, kata-katanya akan menjadi batu sandungan dan memahitkan orang lain. (Mazmur 106:32,33)
Nafas Hidup dari Allah harus kita hormati keberadaanNya. Iblis seperti ular yang akan melilit korbannya dengan begitu kuat sehingga mangsanya tidak bernafas dan kemudian meremukkan tulang-tulang dalam tubuh korban. Bila dosa sudah melilit kita, kita kehilangan Nafas Hidup kita yaitu Roh Allah yang ada dalam kita. Kemudian kita kehilangan kekuatan untuk melakukan kehendak Tuhan, kehilangan gairah untuk berbuat baik, bingung menghadapi hidup.
Orang lain akan melihat bagaimana keadaan kita. Pegawai raja Saul MELIHAT tuan mereka didatangi dan dihinggapi roh jahat. Kemudian salah seorang dari mereka menyampaikan usul untuk mendatangkan Daud.
1 Samuel 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: ”Sesungguhnya, aku telah MELIHAT salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”
Ya ampun Saul, kasihan sekali dirimu!!! Tanpa Saul sadari seorang pegawainya membuat perbandingan antara dirinya dengan seorang gembala kecil yang sederhana. Raja dibandingkan dengan rakyat jelata!!! Pegawainya melihat raja mereka yang keren, orang penting, pemimpin yang disegani justru didatangi dan dihinggapi roh jahat dan tidak disertai Tuhan. Tetapi gembala kampung yang sederhana dilihatnya sebagai seorang yang disertai Tuhan. Sang pegawai yakin jika Daud gembala kampung itu menyanyi dengan kecapinya, karena ia DISERTAI TUHAN, maka pastilah roh jahat yang datang pada raja akan pergi.
Daud seorang yang menghormati keberadaan Roh Tuhan dengan selalu berkomunikasi dengan Dia, menaikkan pujian syukur dan penyembahan kepadaNya. Hati Daud menggerakkan HATI TUHAN untuk mempromosikannya agar kelak dapat memimpin umat Tuhan. (1 Samuel 16:1-13)
Hati yang menjadi tempat bersemayamnya Roh Tuhan akan memiliki perbendaharaan yang baik, yang memberkati orang lain (Yesaya 62:1). Berbeda bila hati tanpa Roh Tuhan, akan memiliki perbendaharaan yang jahat yang meluap melalui ucapan-ucapan serta perilaku negatif dan tidak menjadi berkat. Lukas 6:45
Dengan kehadiran Roh Allah, kita memiliki mental yang sehat, bahkan disaat kondisi jasmani kita tidak baik.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar