Mazmur 22:4 Allah bersemayam diatas puji-pujian umatNya.
Dunia ini memang bising. Bising dengan omelan, keluhan, lagu-lagu yang menambah kegalauan, berita-berita mengejutkan. Jika saja kita bisa memilah semua yang ada dalam jiwa setiap manusia di bumi, kira-kira mana lebih berat, sampah jiwa yang penuh keluhan atau permata jiwa yang indah dan menghibur?
Masalahnya, sering orang menganggap hal-hal jasmani merupakan sesuatu yang berharga dan dapat memberi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi jiwa mereka. Waktu untuk santai, suami yang setia, istri yang cantik, uang, harta, kekasih, jabatan.
Mari kita baca Kisah Para Rasul 16:13-26. Berawal dari seorang hamba perempuan yang memiliki roh tenung, yang dengan tenungan-tenungannya dapat memberi keuntungan pada bos-bos pengusaha untuk mendapat cuan besar. Para cukong di kota Filipi merasa sangat terbantu dengan adanya wanita petenung ini. Mereka merasa hidup mereka aman, dengan kekayaan melimpah yang dihasilkan dari kuasa kegelapan. Tanpa mereka sadari, mereka bersama-sama sang petenung dililit oleh roh tenung alias roh piton (roh yang berbicara dari dalam perut).
Ya, piton, jenis ular yang bila memangsa korbannya akan melilit si korban begitu kuat, hingga aliran darah pada korban berhenti mengalir, korban kehabisan oksigen dannn... krek... krekkk... Lilitan si piton meremukkan tulang-tulang korban, sehingga ia mudah melahapnya.
Itulah juga yang terjadi pada jiwa manusia yang terlilit oleh roh piton. Jiwa manusia yang kehilangan gambar Allah akibat dosa, kehilangan persekutuan dengan Allah, akan terus merasa lapar dan dahaga tanpa terpuaskan, menuntut penghiburan dan kelepasan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Ketika Allah menciptakan manusia, Allah menghembuskan Nafas Hidup (Roh Kudus) dalam lubang hidung manusia. Manusia tidak hanya menghirup oksigen, tapi juga Nafas Hidup Allah, itulah yang membedakan manusia dengan hewan! Jadi bagaimana bila manusia kehilangan Nafas Hidup Allah atau Roh Kudus? Bisa saja ia kelihatan hidup tapi jiwanya gelap dan tertekan, menuntut dan mencari kehidupan hingga kecanduan alkohol, games, medsos, drakor, gonta-ganti pasangan, memberhalakan kekayaan dan jabatan dan sebagainya.
Paulus dan Silas adalah hamba-hamba Tuhan yang penuh Roh Kudus. Akibat Paulus membebaskan wanita petenung itu dari roh tenung, Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara oleh para cukong yang merasa dirugikan. Tubuh Paulus dan Silas didera, luka-luka, dan mereka dibelenggu dalam penjara. Setan mengira dengan menyiksa tubuh mereka, mereka akan berhenti melayani Tuhan. Tapi setan kalah!
Paulus dan Silas malah memuji Tuhan. Tubuh mereka kesakitan, tapi jiwa dan mental mereka sehat. Halleluyah!!!
Mulut manusia yang kehilangan Nafas Hidup selalu menuntut untuk diisi dengan makanan yang diteruskan ke perut. Matanya selalu tidak puas mencari hal-hal yang menyenangkan. Tapi manusia yang ada Nafas Hidup Allah, mulutnya penuh dengan pujian kepada Allah. Kita semua butuh makanan, tapi ingatlah bukan makanan yang menghidupkan dan membebaskan jiwa.
Saat memuji Tuhan, kita membuka jiwa kita untuk Allah bekerja. Hadirat Allah turun, kita "bernafas", jiwa kita puas, dahaga jiwa dilepaskan, kita kalahkan si piton!
Nah, siapa menang? Orang yang terus bernafas (berdoa, memuji Tuhan) dan memiliki Nafas Hidup Allah (Roh Allah) dalam dirinya.
Mari memuji Tuhan. Halleluyah.
Tetap semangat. Jbu
https://youtu.be/QcDfE64GHAw

Tidak ada komentar:
Posting Komentar