Selasa, 07 Juni 2022

Kasihan Jonathan

Daud dan Yonatan adalah dua orang yang bersahabat. Sayang sekali, persahabatan mereka tidak berusia panjang karena Yonatan tewas dalam peperangan melawan Filistin. (1 Samuel 31:1,2) 

Semua berawal dari raja Saul (ayah Yonatan) yang membiarkan dosa berkembang dalam dirinya. Saul iri pada kepopuleran Daud dan ingin membunuhnya. Yonatan sempat memberi masukan pada ayahnya dan ayahnya menerima masukan itu. (1 Samuel 19:6) Tapi karena Saul tidak juga bertobat kepada Tuhan, lama-lama perilakunya tidak terkendali karena ia dihinggapi roh jahat. (1 Samuel 19:9)

Karena MEMBIARKAN DOSA, Saul menjadi raja dan ortu yg toxic!!! Kegilaan Saul makin parah dengan memaki Yonatan dan berusaha membunuhnya. (1 Samuel 19:30-33)

Yonatan pun menyuruh Daud pergi menghindar dari kegilaan ayahnya yang niat banget ingin membunuh Daud, sementara YONATAN BALIK KE KOTA. (1 Samuel 20:43)

Kegilaan Saul yang makin parah semakin terlihat saat ia mengira Allah berkenan kepadanya. (1 Samuel 23:7,8). Ini sebuah peringatan, mumpung masih bisa bertobat dan berubah, cepat bertobat! Jangan tunggu jadi manusia yang kehilangan akal sehat.

Dari Kehila Daud ke daerah Koresa, dan Yonatan menemuinya disana. (1 Samuel 23:16-18) dan YONATHAN PULANG KE RUMAHNYA. Lagi-lagi Yonatan berpisah dengan Daud. 🤦‍♀

Firman Tuhan mengajar kita untuk menghormati orang tua, termasuk mereka yang sudah berjasa dalam kehidupan kita. Firman Tuhan juga meminta kita menghormati pemimpin. Tetapi tidak bisa kita pungkiri, kadang ada saatnya kita menemui mereka yang ada di posisi terhormat, justru memiliki kehidupan, tradisi bahkan pemahaman dan juga keyakinan yang berbeda dengan kita, bahkan tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Yonatan seorang pahlawan yang takut akan Tuhan dan menghormati ortu. Dalam hal ini wajib dicontoh!!! Disisi lain Yonatan tahu Tuhan memilih Daud menjadi raja dan dirinya kelak sebagai orang kedua. Yonatan memiliki pandangan serta kepekaan akan Tuhan bahawa ada masa depan yang baik. Sebagai putra mahkota Yonatan sangat rendah hati. 

Tapi mengapa orang sebaik Yonatan harus tewas dalam perang???

Yonatan memang baik. Yonatan harusnya bisa saja ikut dengan Daud, atau kalau ia memutuskan pulang ke rumahnya, seharusnya ia BERJUANG UNTUK MENYELAMATKAN sang ayah agar tidak semakin jauh jatuh dalam kebobrokan rohani.

Waktu kita buat setiap orang dalam keluarga akan ada batasnya. Entah dengan ortu, anak, pasangan. Kita wajib memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap mereka yang masuk dalam ring 1 kita. Kita memang harus peduli pada orang lain tetapi kita wajib peka dengan kondisi yang terjadi pada keluarga inti kita. Tidak hanya memikirkan kebutuhan jasmani mereka saja, karena kehancuran rohani salah satu anggota dari keluarga inti akan menjadi kehancuran kita seperti yang terjadi pada Yonatan.

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Yudas 1:20‭-‬23 

Saat kita menjalankan tugas kita, menyelamatkan jiwa-jiwa, MERAMPAS MEREKA DARI API (khususnya anggota keluarga kita) bisa saja mereka merasa kita sok peduli, mengganggu kenyamanan mereka, mengganggap kita kasar. Tapi tetaplah lakukan dengan kasih, dan terus mengikuti pimpinan Roh Kudus dengan hidup dalam hadirat Tuhan. Itu bagian kita. Selebihnya adalah bagian Tuhan.

Tuhan menolong kita. Selamat berlibur dan menikmati kebersamaan dengan keluarga dengan berkat dan kasih Tuhan. 

Tetap semangat. Jbu




Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar