Mazmur 5:11
Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.
❇️ Tidak ada orang beriman yang mau mendoakan untuk kegagalan apalagi kebinasaan orang lain namun kalau sampai Daud bisa berdoa demikian bisa saja Daud sedang mengalami keterpojokan sehingga ia curhat kepada Tuhan.
Ayub 31:35-36
Ah, sekiranya ada yang mendengarkan aku! — Inilah tanda tanganku! Hendaklah Yang Mahakuasa menjawab aku! — Sekiranya ada surat tuduhan yang ditulis lawanku! Sungguh, surat itu akan kupikul, dan akan kupakai bagaikan mahkota.
❇️ Berbicara hal dakwaan atau tuduhan sedikitnya ada tiga oknum yang bisa mendakwa kita.
☝️ Diri kita sendiri
Pada saat kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai secara norma agama, norma hukum, norma kesopanan maka hati nurani kita mendakwa, lebih tepatnya menegur kita. Mari kita peka, taat dan bertobat ketika hati nurani kita terus menegur kita.
☝️ Sesama .
Seperti halnya Ayub, saat kita mengalami masalah, bencana, musibah, sesama kita bisa mendakwa kita dengan mengatakan bahwa itu karena dosa yang telah kita perbuat. Untuk kondisi seperti ini, mari kita belajar mengoreksi diri, apakah benar kita telah berlaku jahat? Atau mungkin relasi kita dengan sesama kurang baik, kurang harmonis, sehingga mereka tidak bersimpati, berempati atas kejadian, musibah, bencana yang kita alami.
☝️ Iblis
Iblis ini mendakwa orang percaya siang malam dihadapan TUHAN.
Wahyu 12:10 (TB)
Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
❇️ Walaupun iblis sangat profesional dalam mendakwa kita tapi percayalah Tuhàn Yesus adalah Pembela kita yang telah teruji sepanjang masa.
Roma 8:31-37
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
👉 Apapun bentuk dakwaan terhadap kita, jangan pernah mengambil langkah konyol untuk meninggalkan Tuhan sebab waktu kita tinggalkan Tuhan, kita akan semakin jauh dari pembelaan.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar