Keluaran 17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
Israel baru pertama kalinya berperang, mereka bukan spesialis perang, tetapi membuat batu bata.
Serangan perang dan pergumulan sering datang tanpa melihat apakah kita bisa berperang atau tidak.
Ulangan 25:17 "Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; 18 bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.
Jika Tuhan saja tidak ditakuti Amalek maka kitapun akan diserangnya. Israel tidak punya strategi perang sehebat orang-orang Amalek, sehingga bagi manusia duniawi tidak mungkin Israel dapat memenangkan peperangan ini.
Strategi perang orang-orang Amalek ini begitu licik, mereka tidak konfirmasi terlebih dahulu akan waktu penyerangan sehingga pihak lawan tidak memiliki kesiapan, justru mereka menyerang pada saat israel sedang lemah, lelah, dan lesu demikian juga dengan peperangan rohani yang sedang kita hadapi. Suasana aman tiba-tiba bisa berubah menjadi kacau balau karena serangan Amalek.
Ayub 7:1 "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?
Hidup sebagai orang percaya sebenarnya memiliki akses kemenangan yang besar karena telah diberitahukan Firman Tuhan bahwa namanya hidup pasti ada pergumulannya.
Keluaran 17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." 10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
Sebagaimana amalek mempunyai strategi yang hebat dalam melakukan penyerangan maka sebagai anak Tuhan kita jangan kalah.
Musa menyuruh Yosua untuk masuk dalam pertempuran bersama orang-orang pilihannya sementara jika diukur dengan kehebatan perang, maka Israel pada zaman itu tidak ada apa-apanya.
Strategi berikutnya yang dipakai Musa adalah naik ke puncak bukit, ini berbicara tentang kehidupan doa.
Sehebat apapun kita dalam menjalani profesi kita pastikan bahwa strategi klasik ini jangan diabaikan.
Yakobus 5:16-18 (TB) Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.
Jangan anggap remeh dengan kehidupan doa sebab Tuhan sangat menghargai orang-orang yang datang padaNya.
Siapa bilang orang yang melayani akan tetap semangat? Ada waktunya bisa lemas juga karena itu kita harus saling tolong menolong didalam setiap pelayanan yang kita kerjakan.
Keluaran 17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. 13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Tetaplah saling mendukung, saling mendoakan, saling memberkati, dalam semuanya itu pasti ada kemenangan yang akan dinikmati bersama.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar