Bilangan 32:11-12 Bahwasanya orang-orang yang telah berjalan dari Mesir, yang berumur dua puluh tahun ke atas, tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya, kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.
Sebagai manusia kita sering mendua hati dalam megiring Tuhan, begitu banyak kejadian dan peristiwa yang membuat kita mudah goyah dan bimbang kepadaNya, sehingga hampir hampir mustahil kita dapat berserah total kepadaTuhan.
Yudas 1:5 Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
Itu sebabnya manusia sering jatuh bangun dalam dosa dan perbuatan yang tidak berkenan kepadaNya, bahkan mereka sering gagal meraih segenap janji janji Allah dalam hidupnya.
1 Raja-raja 11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
Kemapanan hidup malah seringkali menjadi penyebab berkurangnya iman percaya pada Tuhan, sering kali kita lebih percaya dan bergantung pada harta dan pangkat daripada Tuhan, bahkan tidak sedikit orang yang lari dari Tuhan karena merasa sudah tidak membutuhkanNya.
1 Raja-raja 11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
Jahat di Mata Tuhan bukan saja ketika jatuh dalam dosa, tetapi tidak lagi bersungguh sungguh mengikut Tuhan atau melayani Tuhan.
1 Timotius 5:12 dan dengan memungkiri kesetiaan mereka yang semula kepada-Nya, mereka mendatangkan hukuman atas dirinya.
Jangan kendor dan mengurangi komitmen kita kepadaNya, jangan sampai kita berubah setia, sebab ketidak setiaan mendatangkan hukuman.
Ibrani 3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.
Mari kita berpegang teguh pada iman percaya kita, dengan tidak mengurangi jam ibadah kita, dalam saat teduh, membaca dan merenungkan firman serta melakukannya dalam keseharian hidup kita.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar