Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. (Luk 9:1)
Kalau kita membaca perikop Lukas 9:1-6, kita akan temukan bahwa pemberian tenaga dan kuasa dari Yesus kepada murid-murid-Nya bukanlah sekedar pemberian biasa, tetapi diberikan untuk sebuah tugas yang harus mereka jalankan. Tugas itu adalah untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang (Lukas 9:2). Pemberitaan Injil kabar baik tentang Kerajaan Allah bukanlah sebuah tugas yang ringan. Yesus mengetahui bahwa tugas ini berat dan untuk itu Ia perlu memberikan tenaga dan kuasa-Nya kepada mereka. Yesus tidak membiarkan mereka melakukannya dengan kekuatan manusiawi mereka yang sangat terbatas. Mereka perlu tenaga dan kekuatan dari Yesus, yaitu kekuatan kuasa Roh Kudus untuk menolong dan memampukan mereka menjalankan tugas ilahi tersebut.
Bagaimana dengan pemberitaan Injil di zaman sekarang ini? Apakah masih dilakukan dengan tenaga dan kuasa dari Yesus, yaitu kuasa Roh Kudus? Banyak yang telah menggantikannya dengan pengetahuan duniawi seperti ilmu psikologi atau ilmu teologia, tanpa mengandalkan kepada tenaga dan kuasa Roh Kudus lagi. Akibatnya pelayanan pemberitaan Injil seperti biasa-biasa saja, berjalan di tempat, tidak maju atau mundur. Bahkan ada pelayan Tuhan yang merasa jenuh dan tidak bersemangat lagi untuk memberitakan kabar baik itu. Ada juga hamba Tuhan yang telah berhenti sama sekali dan beralih profesi. Mungkin sama seperti yang dilakukan oleh Petrus dan para murid Yesus setelah kematian-Nya, di mana mereka kembali menangkap ikan di danau Galilea.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar