1 Samuel 17:42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.
Kisah Daud dan Goliat, menginspirasi kita semua untuk tidak sembarangan memandang hina orang orang kecil yang kelihatannya tidak berdaya, sebab bukan soal besar dan kecil, juga bukan soal kaya atau miskin bisa berjaya, melainkan bagaimana kita hidup didalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
1 Samuel 2:3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.
Menjaga hati kadang memang sulit, ke "AKU"an sering kali menjadi pemicu kesombongan, kita merasa lebih!, lebih pandai, lebih berhasil, lebih kaya, lebih sukses dan sebagainya, padahal seluruh perilaku kita ada dalam monitoring Tuhan.
Mazmur 131:1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
Sering kali target dan ambisi memicu hati untuk mengejar hal-hal super, membuatnya lupa daratan atau lost controle, belajarlah dari raja Daud yang sederhana , tidak mengejar penampilan dan gaya, bisa menguasai dirinya menjadi powerfull.
Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.
Jangan mencari sensasi pada gemerlapnya media sosial, hidup bukanlah kata orang, melainkan apa kata Tuhan, dapatkan perkenanan Tuhan melalui gaya hidup kita, sebab itulah yang terpenting bagi jalan hidup kita.
Kisah Para Rasul 13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.
Jika hidup kita benar dihadapan Tuhan, maka kita akan melahirkan keturunan keturunan Ilahi, yang berkenan di Mata Tuhan dan dihadapan manusia pada umumnya.
Amsal 3:17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
Jalan hidup seperti inilah yang kita rindukan terjadi dalam kehidupan kita, kebahagiaan sejati hanya bisa kita dapatkan didalam Tuhan.
Amsal 3:18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
Jangan pernah persoalkan "zaman yang sulit" sebab dari dulu selalu ada orang yang punya kesulitan, keberhasilan hidup sangat ditentukan oleh kepada siapa kita berpegang, jika Tuhan yang kita pegang, kebenaranNya yang kita junjung maka niscaya kita akan berbahagia.
Selamat hari minggu, selamat beribadah, selamat melayani Raja diatas segala raja. Tetap semangat. Jbu
https://youtu.be/yAmwZNr1CGk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar