Yesaya 7:1-2
Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya. Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: "Aram telah berkemah di wilayah Efraim," maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.
❇️ Yehuda yang sedang menghadapi kemelut akibat serangan Israel dan Aram menimbulkan ketakutan tersendiri, mungkin keadaan kita tidak sama persis namun bukankah ketakutan seringkali datang menyerang tanpa alasan yang jelas?
Yesaya 9:5_Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat, Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
❇️ Hidup yang penuh ketakutan, seharusnya menjadi alasan kuat untuk seseorang menjadi ciut lalu berbalik dan menjauh dari kemenangan, namun dalam keadaan inilah Tuhan hadir sebagai El-Gibbor, Allah yang perkasa bagi mereka.
Hakim-hakim 6:1 Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya, 4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledai pun tidak.
❇️ Kesalahan umat Tuhan membuat mereka harus ditindas selama tujuh tahun, keseharian mereka berada dalam ketakutan namun luarbiasanya Tuhan mau hadir sebagai Allah yang perkasa bagi mereka.
Hakim-hakim 6:6-8
sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN. Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu, maka TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan.
❇️ Kita bisa saja takut menghadapi serangan namun jangan pernah memilih untuk berhenti berseru kepada Tuhan.
Mazmur 34:7
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
❇️ Seruan kepada Tuhan tidaklah sia-sia, pada waktunya kita akan menerima respons atas seruan kita.
Hakim-hakim 6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
❇️ Waktu Gideon takut ia tetap mengirik atau mengerjakan bagiannya, tidak heran pada waktunya Tuhan bekerja menyatakan diri-Nya. Bagaimana dengan kita?
Hakim-hakim 7:2-5 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
👉 Keperkasaan Tuhan tidak pernah mempersoalkan keadaan kita selagi kita tetap bersiaga dan bersinergi dengan keperkasaanNya.
Tetap semangat. JBU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar