Sabtu, 10 Desember 2022

pernikahan adalah awal dari sebuah proses pembelajaran

Matius 24:38  Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 
 
Jaman siti nurbaya manusia menikah karena dijodohkan, namun pernikahan mereka lebih awet ketimbang jaman sekarang, pilihan sendiri namun tingkat perceraian semakin naik, kalaupun menikah, banyak pernikahan yang tidak tahan lama, ada juga yang menikah berkali kali, endingnya tetap saja menjomblo alias hidup sendirian. 
 
Matius 24:39  dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 
 
Banyak orang nunggu kaya atau mencari calon pasangan yang kaya, padahal pernikahan adalah sarana Tuhan untuk memberkati keluarga, selalu bersama saling topang menjadi satu, meskipun berbeda. 
 
Pengkhotbah 4:12  Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.  
 
Dimana ada cinta pasti ada kehidupan, cinta tidak mengenal hambatan, ia melompati rintangan, melompati pagar, menembus tembok untuk sampai pada tujuan yang penuh harapan, bertiga bersama Tuhan keluarga menjadi kuat, tidak mudah diputuskan. 
 
1 Yohanes 4:20  Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.  
 
Pernikahan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berkali kali dengan orang yang sama, dicintai secara mendalam oleh seseorang memberi kita kekuatan, sementara mencintai seseorang secara mendalam memberi keberanian tersendiri untuk terus melangkah dalam terang Tuhan. 
 
1 Petrus 3:8  Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati. 
 
Pernikahan adalah selalu bersama dan tetap dalam satu tujuan, meski dengan cara yang terkadang berbeda, mereka bersatu seumur hidup untuk saling menguatkan dalam semua pekerjaan, untuk saling bersandar dalam semua kesedihan, untuk saling melayani, cintailah pasangan kita dengan cinta yang lebih dari cinta itu sendiri. 
 
Efesus 5:24-25  Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu, hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya  
 
Cinta tidak hanya duduk disana, seperti batu, cinta itu harus dibuat seperti roti, dibuat ulang sepanjang waktu, selalu dibuat baru. 
 
Kejadian 2:18  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 
 
Jangan takut untuk menikah!, pernikahan yang hebat bukanlah ketika 'pasangan sempurna bersatu', namun pasangan yang tidak sempurna yang mau belajar menikmati perbedaan mereka, tidak ada obat untuk cinta kepada pasangan selain mencintai lebih banyak. 
 
Kejadian 1:28  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."  
 
Pada akhirnya pernikahan adalah bagian dari melaksanakan perintah Tuhan, sebab pada keluargalah Allah akan mencurahkan berkatnya, mulai dari damai sejahtera, sukacita, kesehatan, keturunan ilahi, bahkan sampai kepada berkat keluarga.

Tetap semangat. Jbu


Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar