Selasa, 10 Januari 2023

MENGAKHIRI DENGAN BAIK

1 Samuel 12:3-5 
Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapa pun." Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nya pun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi."

❇️ Samuel adalah hakim terakhir Israel, dalam pidato perpisahannya dengan Israel, Samuel menekankan tentang integritasnya dalam memimpin, ia mempertanggung jawabkan tentang kesetiaannya terhadap kebenaran Tuhan.

❇️ Betapa eloknya jika kitapun dapat mengakhiri sebuah periode dengan “dapat dipertanggungjawabkan”

2 Timotius 4:7-8 
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

❇️ Kita tidak akan dikategori sebagai orang yang telah mengakhiri dengan baik, jika melewati lintasan-lintasan yang telah ditentukan alias mengambil jalan pintas.

Kejadian 16:1-16 Karena lama menunggu janji Allah tentang keturunan, Abraham dan Sarah memakai jalan pintas untuk segera mempunyai anak lewat Hagar. Benar mereka memang memperoleh anak laki-laki yaitu Ismail, tetapi itu bukan yang dikehendaki dan dirancang Tuhan. 

❇️ Abraham nyaris gagal untuk sampai pada tujuan Allah, karena mencoba memakai jalan pintas. Allah sempat bungkam tidak berfirman lagi pada Abraham selama 13 tahun namun oleh kemurahan-Nya, Abraham dapat kembali memperoleh kasih karunia Tuhan.

1 Samuel 28:1-7
Akibat ketidaktaatan Saul terhadap perintah Tuhan, IA bungkam ketika Saul berdoa minta tolong waktu diserang musuh,  Saul menjadi gusar dan ketakutan, apalagi Nabi Samuel sebagai hamba Tuhan yang menjadi penghubung sudah meninggal. 

❇️ Saul mengambil jalan pintas untuk masalahnya dengan memanggil dukun pemanggil arwah. Akhir hidup raja Saul berakhir tragis, ia tidak mampu memenangkan pertandingan hidupnya dengan baik sebagai raja yang dipilih sendiri oleh Allah.  

❇️ Saul sebenarnya masih ada kesempatan untuk memperbaiki hidupnya seperti Abraham, tapi sayang ia telah masuk jerat iblis, sehingga ia meninggal bunuh diri. 

❇️ Berbahaya main-main dengan kuasa kegelapan, sekali kita membuka diri terhadap iblis, kita akan masuk jeratnya dan sukar untuk melepaskan diri yang pada akhirnya binasa.

Imamat 10:1-2
_Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN. 

👉 Tuhan menghukum mereka melalui api yang membakar mereka hidup-hidup.  Dalam perlombaan kehidupan kita jangan pernah kita keluar dari aturan yang sudah firman Tuhan tentukan. Apapun cara yang kita gunakan meskipun mungkin itu baik tetapi kalau diluar aturan firman Tuhan, akan mendatangkan hukuman.

Tetap semangat. JBU



Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar