Sabtu, 18 Februari 2023

Mainkan Peran Bapa.

Efesus 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Sebagian besar persoalan yang muncul seringkali karena dunia sedang kehilangan kasih Bapa, mainkan peran ini, niscaya keluarga kita akan bahagia dan awat selama-lamanya.

Ajaran dalam bahasa aslinya memakai kata ‘paidea’ artinya  pendisiplinan atau dapat juga di artikan Hajaran. Nasihat  dalam bahasa yunani memakai istilah “nouthesia” yang artinya meletakan sesuatu didalam pikiran seseorang.

Sebagai orang tua kita harus terus memainkan peran ini, walaupun seringkali gagal. Jangan pernah merasa gagal lalu berhenti sebab semua orang dengan tantangan tersendiri, yang jelasnya selagi masih bernafas kita masih berkesempatan untuk terus belajar dan berevaluasi diri.

Kolose 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. 

Didalam memberikan ajaran dan nasehat harus memperhitungkan kondisi anak sehingga ia jangan tawar hati sebab setiap anak dengan “bawaan” masing-masing.

Amsal 13:24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya. 

Terjemahan lain, tidak memukul anak, berarti tidak cinta kepadanya; kalau cinta, harus berani memukul dia. Walaupun demikian bukan berarti didalam mendidik harus selalu menggunakan rotan, ini diperlukan dalam kondisi tertentu itupun harus diawali dengan penjelasan yang dapat diterima.

1 Samuel 2:18 Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan. 19 Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan.

Jubah kecil menunjuk kepada suatu ajaran baru, sesuatu yang dibawa untuk kembali menyegarkan.
Ada pepatah bahwa anak besar dilingkungannya sehingga dengan melihat lingkungannya Samuel maka bisa ditebak bahwa masa depannya akan suram.

Peranan Elkana dan Hana ini sungguh mempersiapkan masa depan yang penuh harapan, walaupun mereka hanya berkesempatan sekali dalam setahun untuk berjumpa dengan anak mereka.

Bagaimana dengan kita yang setiap hari hidup bersama dengan anak-anak kita? Mainkan peran kita sebagai Bapa, jadilah orang tua yang selalu memiliki “amunisi” yang siap ditransmisikan kepada anak-anak sebagai bekal masa depan mereka.

Ulangan 6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. 

Selagi ada kesempatan kita masih bisa mencegah kegagalan, fasilitasi anak-anak untuk memiliki dan menghidupi kebenaran Tuhan sebab inilah cara terbaik untuk masa depan yang penuh harapan.

Tetap semangat. Jbu


Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar