1 Korintus 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
❇️ Kehidupan kekristenan itu harus progresif tidak hanya cukup menjadi orang percaya tetapi harus terus bertumbuh menjadi gereja sempurna. Gereja sempurna adalah gereja yang tidak masuk dalam kesengsaraan besar.
Wahyu 12:14
Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
❇️ Perempuan yang diberi dua sayap burung nasar yang besar (gereja sempurna) akan disingkirkan ke Padang Gurun dan tidak akan masuk ke dalam kegelapan yang paling gelap, di mana Antikristus akan memerintah dan menjadi penguasa dunia selama 3,5 tahun.
Wahyu 12:17
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
❇️ Iblis yang dianalogikan dengan profil naga, marah kepada Gereja Sempurna tetapi Iblis tidak berdaya memangsa gereja sempurna, maka kemarahan Iblis diarahkan kepada keturunannya yang lain (benih perempuan yang tersisa) yaitu gereja yang tidak sempurna.
Matius 8:11-12
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
❇️ Gereja sempurna yang akan disingkirkan ke padang gurun, tidak akan masuk kegelapan yang paling gelap (tidak masuk kekuasaan Antikristus) adalah pengikut Yesus Kristus yang bekerja keras membangun imannya sampai ia masuk menjadi bagian dari Gereja Sempurna.
2 Petrus 1:5-8
dengan jelas mengatakan bahwa hidup sebagai orang percaya tidak cukup hanya sampai pada iman tetapi harus terus ditingkatkan sampai sempurna. Dari iman kepada kebajikan, meningkat kepada pengetahuan, meningkat pada penguasaan diri, ditingkatkan pada ketekunan berlanjut pada kesalehan, dilanjutkan kepada kasih kepada sesama maupun kepada Tuhan.
Matius 22:11-14
Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
❇️ Penyebab berikutnya dari orang yang akan masuk dalam kegelapan yang paling gelap adalah “tidak mengenakan pakaian pesta.”
❇️ Akibat dosa, manusia telanjang di hadapan Tuhan. Tetapi oleh pengorbanan Yesus Kristus di Golgota, Tuhan Yesus memberi kita pakaian kebenaran.
❇️ Dengan beribadah secara rutin dan konsisten untuk berpegang pada Firman Tuhan merupakan cara dan langkah yang tepat untuk tetap mengenakan pakaian pesta, pakaian kebenaran
❇️ Tanggung jawab kita bukan hanya menjaga dan memelihara pakaian kebenaran yang telah kita terima. Tetapi kita harus kenakan sampai sifat atau karakter Kristus itu melekat erat pada diri kita dengan sempurna sampai kita menjadi seperti Tuhan Yesus.
👉 Teruslah bertumbuh dalam iman dan karakter Kristus, meskipun keadaan dunia semakin goncang.
Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah, Selamat Melayani Raja diatas segala raja.
Tetap semangat. JBU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar