Kidung Agung 4:7-8 Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu, turunlah kepadaku dari gunung Libanon, pengantinku, datanglah kepadaku dari gunung Libanon, turunlah dari puncak Amana, dari puncak Senir dan Hermon, dari liang-liang singa, dari pegunungan tempat macan tutul!
Kebanyakan orang setelah menikah jadi lupa bahwa cinta itu harus terus dipupuk, sebenarnya esensi pernikahan itu kalau mau didalami pasti tidak pernah bosen, justru karena ada rasa takut, rasa kuatir, rasa tidak mampu sendirian maka akan memunculkan rasa ingin selalu memiliki yang berlanjut pada berbagai macam perasaan yang hanya bisa dirasakan bersama pasangan kita.
Kidung Agung 4:9 Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku, engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu.
Setiap orang tentunya pernah merasakan cinta, baik itu mencintai maupun dicintai, tidak terbatas hanya pada pasangan saja, cinta juga bisa diberikan pada siapa saja, seperti keluarga, alam, hingga diri sendiri, perasaan cinta sendiri tercipta atas karunia Sang Maha Pencipta.
Kidung Agung 4:10 Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
Rasa cinta bisa tumbuh kapan saja dan dari mana saja, tak ada yang bisa menduga kapan cinta itu datang, cinta memberi banyak cerita pada setiap insan yang merasakannya, ada yang memiliki kisah cinta bahagia dan penuh kasih sayang, namun tak sedikit pula yang harus merasakan pahitnya kisah cinta itu.
Kidung Agung 5:1 Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambangku dan maduku, kuminum anggurku dan susuku. Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta!
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan cinta dengan pasangan, walaupun tidak pernah memiliki sifat yang sama, asalkan saling memahami dengan penuh pengertian untuk saling menerima dan menghargai maka selamatlah pasangan tersebut.
Kidung Agung 5:2 Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"
Cinta mungkin hadir karena takdir tapi tak ada salahnya kita saling memperjuangkan, tak perlu mewah asal bisa membuat bahagia, cukuplah...., karena cinta saling menguatkan jika kita ikhlas menerima kebersamaan.
Kidung Agung 1:2 Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur.
Tuhan telah mengajari kita untuk mengenal cinta yang sejati serta mempertahankannya. Melalui pengorbananNya di kayu salib, Yesus memberikan teladan bagi kita semua bahwa cinta harus diperjuangkan. Cinta itu tidak menuntut tetapi selalu memberi, dapat menerima kekurangan serta perbedaan yang menyempurnakan cita dan harap.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar