Rabu, 08 Maret 2023

kehormatan jika mati di medan pertempuran

Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Kemenangan kita sebagai orang percaya adalah pasti karena harga kemenangan yang terlalu besar itu sudah diselesaikan Yesus secara sempurna diatas kayu salib.

1 Samuel 17:48 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;

Seorang pemenang bukanlah orang yang tidak memiliki kelemahan dan ketakutan, ia memiliki kelemahan, kekurangan bahkan ketakutan, tetapi ia memilih untuk maju bertempur dari pada mundur. 

Keberanian untuk menghadapi musuh itulah awal dari sebuah kemenangan. Banyak orang tidak pernah mencapai kemenangan  dalam hidupnya karena takut menghadapi musuh, takut mengalami kesukaran dan takut menderita rasa sakit. Itulah sebanya hidupnya begitu-begitu saja tidak pernah maju.

Bilangan 13:3 Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel. 

Dua belas orang yang dipilih untuk mengintai tanah kanaan adalah orang-orang yang hebat, yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sepuluh diantaranya adalah Syamua bin Zakur, Safat bin Hori, Yigal bin Yusuf, Palti bin Rafu, Gadiel bin Sodi, Gadi bin Susi, Amiel bin Gemali, Setur bin Mikhael, Nahbi bin Wofsi, Guel bin Makhi. 

Sepuluh orang ini terkenal dizamannya namun sampai saat ini banyak diantara kita tidak tahu siapa mereka sedangkan Yosua dan Kaleb sampai hari ini masih tetap menjadi orang yang menginspiratif, mengapa demikian? Karena Yosua dan Kaleb memilih untuk maju bertempur.

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

Kapal yang aman akan tetap bersandar di pelabuhan, tetapi tidak akan pernah sampai tujuan. Jangan jadi orang kristen yang hanya mencari senang, ke gereja hanya cari berkat, berdoa hanya untuk mendapat mujizat, melayani hanya cari penghormatan manusia. Akibatnya orang kristen yang seperti ini tidak pernah bertumbuh dewasa. Ia mudah kecewa, gampang terluka dan rentan dengan kepahitan.

Belajar dari Yesus, dalam sisi sebagai manusia berat menghadapi pengalaman Getsemani tetapi Ia terus maju untuk berdoa dan bertindak, tidak heran pengalaman Golgota yang terberat sepanjang sejarahpun dapat terselesaikan, teruslah maju sebab yang menggaransikan kemenangan kita adalah Tuhan Yesus Kristus.

Tetap semangat. Jbu


Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar