Minggu, 23 April 2023

HIDUP YANG MEMBERI RASA

Yakobus 4:13-14 
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 

❇️ Ayat-ayat ini memunculkan sebuah pokok pikiran tentang arti kehidupan, walaupun seringkali diabaikan namun pada akhirnya kita harus jujur mengakui bahwa hidup itu serius sebab kita adalah makhluk hidup yang ada bukan karena kecelakaan atau peristiwa biologis melainkan karena sebuah rancangan besar Tuhan.

Yeremia 1:4,5
“Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

❇️ Dalam pegetahuan umum, hidup seseorang dimulai dari pembuahan, tetapi Firman Tuhan menegaskan bahwa sebelum kita dibentuk dalam kandungan seorang ibu, Allah sudah mengenal kita. Jadi Tuhan sudah merancang hidup kita jauh sebelum dikandung oleh seorang ibu. Tidak ada kecelakaan biologis atau anak haram, walaupun kita sering mendengar bahwa ada orang-orang tertentu mengatakan bahwa mereka ada karena kesalahan biologis atau kecelakaan. Didalam Tuhan segala yang terjadi tentu atas  sepengetahuan-Nya

Yakobus 4:17 
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. 

❇️ Karena hidup begitu singkat, kita harus melihat dan berevaluasi cara-cara kita menghabiskan hidup. Kita tidak boleh membuang-buang waktu hidup, kita harus menginvestasikan hidup kita kepada hal-hal yang kekal. Seberapa banyak harta kekayaan yang sekarang kita miliki tidak akan bertahan kecuali hal-hal yang kekal.

Matius 5:13 
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

❇️ Apapun kenyataan hidup kita saat ini, Tuhan menginginkan kita untuk dapat memberi rasa bagi sesama kita, pastikan hidup kita “tetap asin”, dapat memberi arti bagi sekeliling kita.

Lukas 16:8 
Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

❇️ Tuhan tidak memuji bendahara itu karena ketidak-jujurannya melainkan karena kecerdikan dalam mempertahankan hidupnya, ia dapat memakai waktu yang singkat ditengah-tengah ketegangannya, bahwa ia akan kehilangan pekerjaannya. Ia tidak hanya merenung nasib tapi ia pikirkan dan mulai mengelola kehidupan dengan apa yang ada padanya, ia dapat mempersiapkan kehidupan yang baik.

👉 Apa yang akan kita lakukan dengan mulut dan perbuatan kita jika kita tahu bahwa sebentar lagi kita akan tinggalkan dunia ini? Pakailah seluruh potensi kita untuk mengukir sejarah kehidupan kita sebelum semuanya berakhir.

Selamat berinvestasi untuk kehidupan sekarang dan dalam kekekalan nanti.

Tetap semangat. JBU



Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar