Kisah Para Rasul 16:9-14
Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
❇️ Seringkali kita sudah melakukan yang terbaik dan dalam tuntunan Tuhan namun belum ada hasil yang baik seperti yang kita targetkan, dalam kondisi ini acapkali datang berbagai serangan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pikiran kita. Kondisi ini dapat membuat banyak orang putus asa bahkan melakukan langkah-langkah konyol.
❇️ Walau hasil tidak seperti yang diharapkan namun tetaplah lakukan bagian kita dengan melakukan hal-hal kecil yang ada pada kita.
Kisah Para Rasul 16:22-23
Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
❇️ Kehidupan tidak semudah yang kita pikirkan, seringkali kita sudah melakukan yang terbaik namun justru sengsara dan penderitaan yang kita alami bahkan pengalaman “dalam penjara", gerak kerja yang terbatas, seakan tidak ada peluang untuk sebuah terobosan terjadi.
Kisah Para Rasul 16:26-33
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
👉 Persoalan yang sedang kita alami seringkali merupakan jembatan untuk mengalami apresiasi Tuhan. Jangan berhenti percaya, berdoa dan menyembah Tuhan itu bagian kita, jika ini yang kita lakukan maka pada waktunya kita akan merayakan kemenangan Tuhan.
Tetap semangat. JBU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar