Senin, 03 April 2023

TAKUT MANUSIA ATAU TAKUT AKAN TUHAN?

Amsal 29:25  Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi. 

Banyak orang takut kepada sesama karena terlanjur menaruh harap kepadanya, jika kepada Tuhan saja kita menaruh harap maka kita dapat dipakai Tuhan menjadi alatNya yang heran serta kita akan dilindungi dari panah api yang dilepaskan sijahat.

Ester 3:1 Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar yang ada di hadapan baginda. 2 Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak sujud.

Mordekhai mendisiplinkan diri untuk tidak memberikan penghormatan dengan porsi Tuhan kepada manusia karena ia tidak menginginkan jerat terhadap dirinya, tidak heran pada akhirnya Mordekhai mendapatkan apresiasi Tuhan.

Ester 3:5 Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman, 6 tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

Waktu kita mengambil langkah pendisiplinan diri untuk tidak taku kepada manusia bukan berarti keadaan kita akan aman-aman saja, justru bisa saja akan muncul ketegangan bahkan ancaman kebinasaan, namun kita telah memilih dan memutuskan yang benar.

Ester 7: 10 Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.

Orang yang memutuskan untuk tidak takut kepada manusia, pada akhirnya Tuhan sendiri yang akan menghadapi musuh kita sehingga kita diberikan perlindungan dan pertolongan.

Matius 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. 29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. 31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Jika kita tidak takut terhadap manusia sebaliknya takut akan Tuhan, percaya sungguh kepada Tuhan maka percayalah pada waktunya kita akan mengalami pembelaan Tuhan.

Seringkali takut dan sungkan itu berjalan beriringan, banyak orang tua tidak bisa memainkan peranannya dengan baik, menegur yang salah karena sungkan terhadap anak yang setiap bulan telah membantu ekonomi orang tuanya.

Tetap semangat. Jbu



Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar