Senin, 08 Mei 2023

BAYANG-BAYANG

Ayub 14:1,2 
“Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.”

❇️ Usia manusia digambarkan dengan usia bayang-bayang, yang ada di pagi hari, dan pada sore terbenam. Tanpa kita sadari, semua orang menerima manfaat kehadiran bayang-bayang tersebut. 

❇️ Jika tidak ada bayang-bayang maka panasnya terik matahari akan kita rasakan. 

Mazmur 102:12
“Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, aku sendiri layu seperti rumput”. 

❇️ Pemazmur menyadari bahwa usia hidupnya sangat singkat, seperti bayang-bayang dan bunga rumput yang singkat. Tetapi pemazmur bersyukur, sebab kesempatan yang Tuhan berikan kepadanya untuk hidup di bumi ini telah ia gunakan dengan baik seperti bayang-bayang yang panjang, sehingga hidupnya menjadi tempat berteduh serta berkat bagi banyak orang.

Mazmur 102:25 
Aku berkata: “Ya Allahku, jangan mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun.” 

❇️ Pemazmur tidak mau hidupnya tidak membawa dampak apa-apa bagi orang di sekitarnya. Ia memiliki kerinduan selama hidupnya ia dapat menjadi bayang-bayang panjang yang berdampak bagi banyak orang. 

❇️ Hendaklah sebagai orang percaya, kita memiliki cara hidup demikian. Meskipun singkat, biarlah digunakan untuk kemuliaan Tuhan, memenangkan banyak orang lewat cara hidup yang menjadi berkat serta memberikan perteduhan kepada setiap orang yang dijumpai. 

2 Samuel 9:3-7
Kemudian berkatalah raja: "Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah." Lalu berkatalah Ziba kepada raja: "Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya." Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar. Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: "Mefiboset!" Jawabnya: "Inilah hamba tuanku." Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku." 

❇️ Sebenarnya ada beberapa alasan yang mendukung Daud untuk tidak melakukan tindakan tersebut: sudah merupakan kebiasaan raja - untuk menumpas habis keturunan raja sebelumnya. Janji Daud kepada Yonathan, dan Yonathan pun sudah tiada.

1 Samuel 23:18 Kemudian kedua orang itu mengikat perjanjian di hadapan TUHAN. Dan Daud tinggal di Koresa, tetapi Yonatan pulang ke rumahnya.  

👉 Daud tetap menjadi perteduhan bagi keturunan Saul karena janji yang diikat dihadapan TUHAN. Mungkin saja ada kesulitan saat kita ingin memainkan peran ini namun pada kenyataannya TUHAN mau membantu orang yang konsisten memegang janji dihadapan TUHAN.

Tetap semangat. JBU




Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar