Minggu, 07 Mei 2023

BELAJARLAH MEMAHAMI MEREKA

Mazmur 32:1 
Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! 

❇️ Hidup di zaman akhir bukanlah hal yang mudah, jika bukan kita yang tersakiti, kitalah yang menyakiti, namun ada satu kebahagiaan bagi yang diampuni pelanggarannya. 

Matius 6:12  
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

❇️ Doa yang diajarkan Tuhan Yesus ini menitipkan banyak pengajaran berharga, salah satunya adalah jika kita ingin diampuni Tuhan maka kita juga harus dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Ayub 1:4-5
Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

❇️ Sebagaimana yang Ayub lakukan terhadap aktivitas anak-anaknya maka besar kemungkinan anak-anaknya dapat melakukan kesalahan, sedikitnya dalam berucap. Jika keluarga Ayub bisa demikian maka kitapun tidak luput dari salah dan dosa.

Kejadian 39:6 
Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 

❇️ Yusuf yang terkenal dengan sikap manis dan berkharisma saja, bisa kecolongan untuk melakukan kesalahan, menyakiti perasaan saudara-saudaranya, bahkan orang tuanya. Kita perlu berhati-hati dalam bicara maupun dalam bersikap sebab setiap orang punya perasaan.

Kejadian 37:3-5 
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. 

❇️ Yusuf bukan telat mikir, ia orang yang cerdas namun sangat disayangkan ia tidak menahan diri untuk menceritakan visi Tuhan terhadap dirinya. Kiranya kita diberikan kepekaan untuk tahu kapan harus berdiam diri, kapan harus berbicara, kesaksian mana yang harus kita beritakan, dan mana yang harus kita simpan.

👉 Jika ini yang kita lakukan, pada waktu dan tempatnya maka kita tidak akan menjerumuskan orang lain kedalam dosa berikutnya. Tuhan dipermuliakan dan banyak orang mau bangkit untuk melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya.

Tetap semangat. JBU




Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar