Yesaya 61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
Janji Tuhan ya dan amin namun bagi yang sedang ada dalam dilema dan kebimbangan seringkali menutup semua akses terjadinya mujizat.
Walau demikian kita yang hidup dizaman ini tidak perlu ragu tentang janji Tuhan karena pada kenyataannya nubuatan ini digenapi oleh Yesus sendiri.
2 Samuel 12:20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.
Apakah Daud tetap selamanya bersedih ? tidak ! setelah kematian anak yang ia kasihi, ia memulai hidup baru, masuk dalam musim yang baru, ia menanggalkan pakaian kabungnya, pergi mandi dan membersihkan dirinya serta menyehatkan dirinya dengan menyantap makanan yang dihidangkan oleh pelayannya.
Setiap orang dengan pengalaman pahit manisnya kehidupan, ada waktunya kita berkabung namun jika telah berakhir, pastikan diri kita bahwa kita telah rela meninggalkan hari kemarin dan sedang berada dihari ini serta berani menatap hari depan yang penuh harapan itu.
2 Samuel 12:22 Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. 23 Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."
Seyogianya kita meninggalkan perkabungan dengan mengubah cara berpikir bahwa kesedihan, kepenatan, kepahitan ada limitnya. Dengan demikian kita tidak berlarut-larut dalam perkabungan, songsong hari esok dengan segala harapan karena tidak mungkin yang sudah berlalu akan kembali, kitalah yang akan menuju sorga.
Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Jadikan Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung kita, niscaya kabung kita digantikanNya dengan Minyak untuk pesta.
Ibrani 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Hanya Yesuslah yang sudah terbukti mau merasakan kelemahan-kelemahan kita, karena itu hampirilah DIA dengan kemantapan bahwa IA sanggup menggantikan kabung kita dengan Minyak untuk pesta, jangan pernah beralih kelain hati, sekali Yesus tetap Yesus.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar