Sabtu, 13 Mei 2023

KEBIJAKSANAAN ALLAH DI DALAM BADAI

Yesaya 28:23-24
Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku! Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? 

❇️ Ada waktu hidup kita dibajak atau dicangkul. Pada tahap ini tentu kita semua merasakan kesakitan dan rasa tidak nyaman. Kita tidak bisa menghindar dari proses ini, sebab tanpa dibajak atau dicangkul tanah tidak dapat ditaburi. Ini berarti tidak akan ada hasil tuaian. Sebab itu jalanilah proses Tuhan dengan sukacita.

Galatia 6:9 
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

❇️ Jika kita konsisten untuk terus berjalan dengan Tuhan, ditengah badai sekalipun Tuhan akan bertindak untuk hasil terbaik dalam masa proses ini.

1 Samuel 30:10_11, 15-18 
maka Daud melanjutkan pengejaran itu beserta empat ratus orang. Dua ratus orang yang terlalu lelah untuk menyeberangi sungai Besor itu, berhenti di sana. Kemudian mereka menemui seorang Mesir di padang lalu membawanya kepada Daud. Mereka memberi dia roti, lalu makanlah ia, kemudian mereka memberi dia minum air, Daud bertanya kepadanya: "Dapatkah engkau menunjuk jalan kepadaku ke gerombolan itu?" Katanya: "Bersumpahlah kepadaku demi Allah, bahwa engkau tidak akan membunuh aku, dan tidak akan menyerahkan aku ke dalam tangan tuanku itu, maka aku akan menunjuk jalan kepadamu ke gerombolan itu." Ia menunjuk jalan kepada Daud ke sana, dan tampaklah orang-orang itu berpencar-pencar di atas seluruh daerah itu, sambil makan, minum dan mengadakan perayaan karena jarahan yang besar, yang telah dirampas mereka dari tanah orang Filistin dan dari tanah Yehuda. Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorang pun dari mereka yang lolos, kecuali empat ratus orang muda yang melarikan diri dengan menunggang unta. Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud.

❇️ Jangan pernah takut untuk melakukan kebaikan ditengah proses kehidupan kita sebab pada akhirnya kitapun yang akan menikmati tuaian terbaik.

Yesaya 28:25
Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya? 

❇️ Seperti bangsa Israel yang menanam benih pada tempat-tempat yang tepat demikianlah Tuhan menaruh hidup kita pada tempat-tempat yang tepat sesuai rencana-Nya. 

❇️ Tuhan memakai setiap tempat untuk memproses hidup kita. Seperti bangsa Israel, Tuhan menggunakan empat puluh dua tempat persinggahan dari Mesir ke Kanaan untuk membentuk karakter mereka. 

Yesaya 28:27-28 
Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat. Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. 

👉 Jika manusia saja bisa berproses dalam kendali yang tepat apalagi TUHAN dalam memproses hidup kita. TUHAN sangat mengerti batas kemampuan setiap anak-anak-NYA.

Tetap semangat. JBU
 


Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar