Selasa, 16 Mei 2023

KEMBALI KE "GALILEA" MU

Jangan pernah takut untuk bangkit dari kegagalan karena bangkit adalah karakter Illahi yang harus kita hidupkan. »IHT«

Yohanes 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 

Thomas sempat kehilangan iman karena tidak berpegang akan pesan Yesus sebelumnya. Seringkali beban dan persoalan yang menimpa kita bukan karena semata-mata serangan iblis namun karena kitalah yang tidak konsisten pada Firman Tuhan.

Markus 14:28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."

Jikalau kita berpegang pada Firman Tuhan, menghadapi goncangan seperti apapun kita akan tenang menjalaninya karena pada prinsipnya Tuhan selalu berkeinginan untuk kebahagiaan anak-anakNya. Ia ingin kita tetap dalam koridorNya.

Markus 1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. 20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Galilea adalah tempat dimana Tuhan Yesus memilih murid-murid yang pertama.

Galilea adalah titik awal perjumpaan dan dimulainya sebuah periode perjalanan yang baru, berjalan bersama Yesus. 

Yohanes 2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Mujizat pertama yang dilakukan Yesus, mengubah air menjadi anggur dimana murid-murid menjadi percaya kepada Yesus. Suatu titik dimana sebuah kehidupan menemukan jati dirinya bahwa ternyata hidup ini begitu berharga jika Yesus menjadi pegangan kita.

Kehidupan ternyata tidak berakhir disana, ada suatu masa dimana kita harus menghadapi goncangan, demikian yang dialami murid-murid Yesus, sayangnya waktu goncangan justru mereka meninggalkan Yesus, bahkan Yudas menjual Yesus. 

Yohanes 21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.  7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Kebangkitan Yesus memberi arti yang baru bagi Galilea tanpa mengabaikan arti sebelumnya.

Galilea adalah tempat dan periode baru dimana kehidupan dipulihkan, dulu sudah percaya dan menikmati banyak mujizat namun efek dari sebuah goncangan membuat mereka sempat mundur.

Kebangkitan Yesus kembali memulihkan jati diri dari murid-murid dan menitipkan pesan yang kuat agar kita yang ada diakhir zaman jangan melepaskan iman kepada Yesus.

Wahyu 3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Apakah kita masih menghidupi cinta mula-mula kita denganNya? Sejak Yesus dihati kita?

Tetap semangat. Jbu 




Sumber : Penjaga Menara - GPdI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar