Kejadian 30:1-2 Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati, maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: "Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?"
Beberapa hal dalam kehidupan ini bisa merampas kebahagiaan kita lebih cepat ketimbang kritikan atau ketika ada orang yang menjegal jalan kita, mengapa?, sebab kita semua ingin dicintai, kita semua ingin diterima, dipuja dan disukai orang lain, padahal kita bisa berbahagia, jika tidak membiarkan orang lain mengendalikan sikap kita.
Kejadian 30:3-5 Kata Rahel: "Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia aku pun mempunyai keturunan, maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu, Bilha mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
Ingin menjadi yang terbaik!, kita berlomba untuk menjadi lebih, lebih baik, lebih kaya, lebih populer, dan masih banyak lagi lebih lebih lainnya, yang menjadi pemicu utama hilangnya kebahagiaan.
Kejadian 30:6 Berkatalah Rahel: "Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan.
Kisah ini adalah sekelumit dari peristiwa kejadian hidup sehari hari yang perlu kita simak dan pahami, bagaimana seseorang seringkali menjual nama Tuhan bagi kepentingan dan keuntungan pribadinya.
Kejadian 30:9-10 Ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah Zilpa, budaknya perempuan, dan diberikannya kepada Yakub menjadi isterinya, dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
Jangan berkompetisi untuk hal yang sia sia, karena pertarungan kita bukanlah untuk hal hal duniawi, melainkan untuk kekekalan yaitu masuk Sorga.
Kejadian 30:11-13 Berkatalah Lea: "Mujur telah datang." Maka ia menamai anak itu Gad, dan Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub, berkatalah Lea: "Aku ini berbahagia! Tentulah perempuan-perempuan akan menyebutkan aku berbahagia." Maka ia menamai anak itu Asyer.
Untuk berbahagia kita tidak perlu ijin orang lain!, kita bisa berbahagia karena kita memilihnya untuk berbahagia, jika ada orang lain yang tidak senang dengan kita, itu urusan mereka.
Kejadian 30:22-24 Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya, maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: "Allah telah menghapuskan aibku, maka ia menamai anak itu Yusuf, sambil berkata: "Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku."
Jangan biarkan perkataan dan perlakuan orang lain mengontrol kebahagiaan kita, sukacita dan kebahagiaan berasal dari Tuhan, ketika Rahel berbalik dari mengandalkan logika dan kekuatannya, lalu memohon kepada Tuhan, maka kandungannya dibuka oleh Tuhan sampai akhirnya dia memperoleh keturunan asli yaitu anak yang dikandungnya sendiri.
Roma 4:6-7 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya, berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
Kebahagiaan sejati datangnya dari Tuhan, jangan ijinkan kebahagiaan kita dirampas oleh keinginan keinginan semu, bukan kuat dan gagah, bukan sukses, keberhasilan yang membuat kita berbahagia, namun hidup benar dihadapan Tuhan.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar