Jumat, 02 Juli 2021

Perbuatan adalah cerminan isi hati

Efesus 4:22-24  yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 

Setiap orang yang memiliki pemikiran jangka panjang, bahwa suatu saat mereka akan berdiri dihadapan Tuhan, untuk mempertanggung jawabkan setiap kata dan tindakannya setiap hari, maka mereka pasti akan lebih berhati hati menjalani hidupnya ketimbang mereka yang tidak pernah mikir, yang penting hari ini untuk hari ini.

2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 

Ada orang memperalat agama dengan ilmu filsafat mempromosikan kebohongan kuno, tentang kebebasan, keadilan, hak milik, hak hak hukum dan sebagainya, yang menjual kepentingannya demi tujuan pribadinya, bukan Tuhan.

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Tahukah kita!, mencari perkenanan manusia ialah salah satu wujud penyembahan berhala, apalagi menyetarakan kehidupan keagamaannya seolah olah dia itu Tuhan.

Imamat 26:1  "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. 

Apapun yang menggantikan posisi Allah dalam hidup ini adalah berhala, kesuksesan, uang, hubungan, bahkan membesarkan nama organisasi gereja bisa menjadi berhala.

Imamat 26:2-3  Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN. Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya.

Badai Covid telah menjungkir balikan ini semua, saat ini manusia beribadah pada Tuhan dan berdoa bukan karena kemegahan gedung gereja, namun karena rasa lapar dan haus akan Tuhan, mereka berdoa darimana saja untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Imamat 26:4  maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.

Keadaan boleh menjadi sulit dan sukar namun kepada orang orang yang berkenan kepadaNya tidak akan pernah mengalami musim kering, ladang ladang kehidupannya akan selalu memberi hasil.

Imamat 26:5  Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram. 

Jangan takut!, jadilah orang percaya yang sungguh sungguh, maka kita akan makan sampai kenyang dan hidup dengan aman dan tenteram.

Imamat 26:6  Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apa pun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

Segala ketakutan akan digantikan dengan damai sejahtera, orang lain boleh panik terhadap bencana Covid, tetapi Tuhan berjanji akan melenyapkan segala kebuasan Covid dengan segala ancaman yang seperti pedang tajam, inilah janji Tuhan bagi orang percaya yang hidup benar dihadapan Tuhan. 

Selamat hari minggu, selamat melayani Raja diatas segala raja. 
Tetap semangat. Jbu



Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City 

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar