1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam sebuah persekutuan terdapat begitu banyak perbedaan namun hal yang patut disyukuri adalah kita ada pada zona yang tepat bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia.
1Yohanes 2 : 13 Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.14 Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.
Ada pengenalan tingkat anak-anak, kemudian tingkat orang muda dan akhirnya tingkat bapa-bapa. Seorang yang baru mengalami kelahiran baru, ia memiliki pengenalan tingkat anak-anak.
Diharapkan seiring pengiringannya kepada Tuhan, pengenalannya kepada Tuhan akan bertumbuh hingga mencapai pengenalan tingkat bapa-bapa.
Didalam persekutuanlah kita akan semakin diperlengkapi dan jika kita merasa sulitpun, IA akan membantu kita sehingga setiap hari kita semakin menuju kepada kedewasaan penuh.
Yohanes 15 : 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa menempel pada pokoknya, Demikian juga kita tidak akan berhasil jika tidak menempel pada Guru Agung kita.
Persekutuan dengan sang Guru adalah penentu keberhasilan. Pendidikan rabinik dilakukan melalui hubungan/persekutuan antara murid dan sang guru.
Seorang murid harus tinggal bersama di rumah sang guru hingga menamatkan pendidikannya.
Semua pencapaian, prestasi, pelayanan, berkat, kesuksesan tanpa PERSEKUTUAN dengan sang Guru adalah KEGAGALAN. Semua harus diawali dari persekutuan denganNya.
Seorang murid datang dalam keadaan kosong, bodoh dan tanpa pengetahuan. Sang gurulah yang mengisinya dengan ilmu pengetahuan hingga penuh.
Jangan pernah tinggalkan persekutuan denganNya sebab belum pernah ada cerita bahwa yang meninggalkan Tuhan menjadi berhasil.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar