Lukas 23:26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
Simon datang dari Kirene untuk merayakan hari raya paskah di Yerusalem. Sejumlah uang dan pengorbanan lainnya sudah dilakukan demi perayaan tersebut namun tanpa disangka sebelumnya, ia harus menjalani hal yang tidak dirindukannya.
Kita sebagai orang percaya dizaman ini tentu jauh lebih “enak” dibanding Simon sebab pada waktu itu ia belum mengenal Yesus sedangkan kita sudah banyak tahu dari Alkitab bahwa sesusah-susahnya kita toh pada akhirnya mengalami pertolongan Tuhan.
Simon melakukan sesuatu yang ia sendiri belum tahu, tidak disenanginya bagaimana dengan kita yang sudah banyak tahu bahkan telah mengalami pengalaman rohani yang spektakuler?
Tuhan mendatangi Abraham ketika ia berumur 75 tahun dan mengatakan bahwa ia akan menjadi seorang ayah, leluhur dari suatu bangsa yang besar. Berapa lama sebelum janji itu digenapi? 25 tahun Abraham harus menunggu. Tuhan memberi tahu bangsa Israel bahwa mereka akan meninggalkan perbudakan di Mesir dan menjadi suatu bangsa. Namun bangsa itu harus menunggu 400 tahun. Tuhan memberi tahu Musa bahwa Dia akan menuntun umat-Nya ke Tanah Perjanjian. Namun mereka harus menunggu selama 40 tahun di padang gurun.
Seberat apapun penderitaan yang sedang kita jalani, didalam Yesus ada kepastian, kita tidak menunggu hal-hal yang sia-sia.
Markus 15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Simon memang tidak seterkenal anak-anaknya namun keputusannya untuk menjalani sesuatu yang tidak dirindukannya, walau terpaksa justru pada akhirnya menuai keluarga yang cinta Tuhan, melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Roma 16:13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.
Bagi paulus, Rufus (anak Simon) adalah pelayan Tuhan yang hebat, istri Simon orang Kirene justru dianggap sebagai ibu artinya apa yang kita tabur didalam Tuhan, pada akhirnya keluarga kita jugalah yang akan menikmatinya.
Simon orang Kirene melayani pada saat “Yesus terasa pasif”, Yesus sedang tidak melakukan keuntungan-keuntungan baginya tetapi ia dapat berikan service terbaik, kiranya kita yang sudah ditebus Tuhan dengan Darah yang mahal dapat terus menunaikan tugas pelayanan dengan sungguh-sungguh niscaya ada banyak perkara besar yang sedang disiapkan Tuhan bagi kita.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar