Sabtu, 30 April 2022

Tanamannya Tuhan

Yesaya 61:3 “untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
 
Pohon tarbantin adalah salah satu pohon terbesar di Timur Tengah, tumbuh di padang gurun.  Pohon ini memiliki ukuran yang cukup besar dan berdaun lebat.  
 
Akar-akarnya yang dapat menjulur sampai kedalaman 45-65 m untuk mencari sumber mata air murni demi pertumbuhannya.  Karena berakar kuat sampai ke dalam maka pohon ini tetap kuat bertahan di musim kering sekalipun.
 
Karena daunnya yang lebat dan rindang pohon ini seringkali menjadi tempat peristirahatan bagi banyak orang untuk berteduh.
 
Pohon tarbantin adalah tanaman Tuhan.  Kita pun akan menjadi 'tanaman Tuhan' apabila berakar kuat di dalam Dia. Fungsi akar bagi tumbuhan adalah untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya, menyerap air dan zat-zat hara dari dalam tanah, mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke bagian-bagian tumbuhan yang memerlukan.

Mazmur 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 
 
Tujuan Tuhan mengubah kehidupan kita adalah agar dunia tahu bahwa kita adalah pohon tarbantin kebenaran, tanamannya Tuhan.
 
Ulangan 9:1-6.
Semua pencapaian dalam hidup kita bukannya alasan untuk kita menjadi sombong dan melupakan Tuhan, seharusnya kita sadar bahwa bukan karena jasa-jasa kita, semua karena Tuhan.
 
Yohanes 7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! 38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
 
Menjadi tanaman Tuhan bukan berarti bebas dari rintangan, akan ada banyak kesulitan dan penderitaan namun jika kita terus bangkitkan rasa haus akan Tuhan, IA akan memuaskan dahaga kita serta memulihkan kita dari kepenatan hidup.
 
Tetap semangat, selamat menyongsong ibadah memperingati Jumat Agung. Tetap semangat. Jbu


Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar