Sabtu, 28 Mei 2022

Jadilah tenang!, berdoalah

Mazmur 23:4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.  
 
Jangan berdoa minta pada Tuhan agar seluruh hidup kita berjalan mulus tanpa hambatan, jangan pernah berharap hidup tanpa masalah, yang terpenting justru dalam keadaan apapun Tuhan selalu menyertai kita. 
 
2 Korintus 12:9  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.  
 
Syukurilah keadaan kita apa adanya, sebab Tuhan tidak pernah berjanji setiap hari langit cerah, kadang kadang ada hujan dan angin badai, namun setelah hujan badai kita sering melihat pelangi yang indah. 
 
2 Korintus 12:10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 
 
Jalani saja hidup ini apa adanya tanpa sungut sungut dan komplain, justru dalam kesesakan dan tekanan kita bisa merasakan penyertaan Tuhan yang ajaib. 
 
Mazmur 32:3  Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;  
 
Bangkitlah!, berhentilah mengeluh sekarang juga!, jangan ijinkan tulang tulang kita lesu dan menjadi keropos, jangan kalah terhadap situasi dan keadaan, seburuk apapun keadaan, justru membuat kita semakin jelas melihat dan merasakan penyertaan Tuhan yang sempurna. 
 
Amsal 23:29-30  Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran.  
 
Seburuk apapun keadaan kita, jangan lari kepada anggur!, tapi larilah kepada Tuhan, sebab orang yang berkeluh kesah dalam kemabukan pasti akan semakin buruk hidupnya. 
 
Amsal 23:31-32  Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak.  
 
Jangan tertipu oleh keadaan sesaat!, sebab orang yang mabuk anggur hanya tertipu oleh fatamorgana, setelah mabuknya selesai mereka akan mendapati kenyataan hidup yang jauh lebih buruk dari keadaannya semula. 
 
1 Petrus 4:7  Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 
 
Jadilah tenang!, berdoalah kepada Tuhan, agar kita bisa bertahan dalam segala situasi dan keadaan, percayalah kepadaNya, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Tetap semangat. Jbu



Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar