Kamis, 21 Juli 2022

AYO HADAPI GELOMBANG ITU!

Dalam peristiwa meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883, sejarah mencatat ada sebuah kapal yang berlayar di tengah selat Sunda, tidak jauh dari gunung Krakatau yang sedang erupsi. Nama kapal itu Gouverneur-Generaal Loudon. Gunung Krakatau saat itu terus-menerus memuntahkan material-material vulkanik yang ada dalam perutnya, sehingga gunung itu pun runtuh dan menimbulkan gelombang tsunami yang sangat dahsyat dan memakan banyak sekali korban jiwa. Beruntung, di saat-saat mencekam, kapten kapal, Kapten Lindeman tidak ceroboh. Ia tidak buru-buru “kabur” ke daratan ketika Krakatau mengamuk. Justru ia bertahan di lautan, mengarahkan kemudi menghadap ke arah gelombang tsunami datang. Alhasil, kapal Loudon tidak terbalik karena terpukul gelombang, sehingga seluruh penumpang dan kru selamat. Sementara kapal lain yang berada di pesisir, terpukul oleh tsunami dan terdampar jauh di daratan.

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Kata “jalan keluar” /ekbasis juga ada di Ibrani 11:15 ; Ibrani 13:7   

Allah meminta kita memperhatikan akhir hidup para pemimpin rohani dan menjadikan iman mereka sebagai contoh bagi kita, karena dalam hidup mereka pun, mengalami pencobaan yang juga berat secara manusia tetapi mereka berhasil melalui semuanya dengan kekuatan Allah di dalam mereka yang mengalahkan pencobaan itu! Ada semangat dan ketekunan kepada Allah saat mereka menghadapi pencobaan.

Pencobaan merupakan nyala api siksaan tapi kita tidak perlu heran seolah-olah pencobaan itu sesuatu yang luar biasa. (1 Petrus 4:12) Kita jangan mengagung-agungkan pencobaan itu karena pencobaan itu bukan berasal dari Allah. Pencobaan yang kita alami itu berasal dari iblis dan dari keinginan diri kita sendiri. Allah justru meminta kita untuk menganggap pencobaan itu sebagai suatu kebahagiaan. (Yakobus 1:2) 

Bagaimana kita menganggap pencobaan itu sebagai kebahagiaan dan kuat serta menang menghadapi pencobaan yang dahsyat? Rasanya mustahil. Ingat ekbasis, ada jalan ke luar, ada semangat yang Allah sediakan bagi kita yang mengasihi-Nya untuk menanggung pencobaan-pencobaan itu. Pencobaan-pencobaan yang datang adalah pertandingan yang harus kita menangkan, dan sewajarnya kita menang karena Allah beserta dengan kita sehingga seberat apapun pencobaan yang kita alami, TIDAK MELEBIHI KEKUATAN MANUSIA dan ALLAH MEMBERI SEMANGAT UNTUK KITA MENANGGUNGNYA. Allah beserta dengan kita dan memberi kita kekuatan untuk menanggung semua itu. Lalui semua pencobaan bersama dengan Roh Kudus dan Firman Tuhan.  

Ingatlah akan teladan yang Yesus berikan. Di saat IA harus menghadapi salib, di taman Getsemani IA memohon kepada Bapa agar cawan penderitaan dilalukan. Tapi Yesus menutup permohonan-Nya dengan satu kalimat, “ tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” (Markus 14:36)

Di akhir perjalanan kita ada sejarah tercatat di memory orang-orang yang kita kasihi, bagaimana kita melalui kehidupan yang penuh pencobaan dengan sukacita dari Tuhan, dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Seperti kapal Loudon yang berhasil bertahan menghadapi dahsyatnya erupsi dan tsunami Krakatau.

Mari hadapi gelombang dahsyat yang namanya pencobaan dengan tetap mengangkat pujian dan penyembahan kepada Allah, karena Allah hadir dalam pujian umatNya. Roh Kudus mengurapi kita dan Dia akan mengingatkan kita akan Firman Tuhan yang selalu memberi kekuatan kepada kita. Amin.

Tuhan Yesus beserta kita. Semangat!!!



Sumber : Penjaga Menara - GPDI Green lake City

New seven Generation's artikel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar