Matius 24:12-13 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. 13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
"Bertahan" dari kata Yunani hupomeno artinya tetap, tidak mundur, tidak surut atau melarikan diri, bertekun. Dengan kata lain pengiringan kita kepada Yesus tidak berhenti ditengah jalan, tetapi sampai garis finish kehidupan.
Betapa pun beratnya tantangan yang kita alami, teruslah setia, berjalanlah terus, jangan berhenti, pegang komitmen “sekali Yesus tetap Yesus” karena pada akhirnya akan ada pertolongan, kemenangan.
Ibrani 3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.
Tuhan Yesus tidak ingin menjadi peringkat kedua, IA ingin yang utama, pertama dan satu-satunya. Itulah sebabnya ketika orang banyak datang kepadaNya, Ia segera memberikan harga pengiringan kepadaNya.
Lukas 14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Cinta kita kepada Tuhan harus melebih cinta kita kepada ayah, ibu, anak dan saudara-saudara kita. Tuhan tidak ingin dimadu atau menjadi salah satu dari kekasih-kekasih kita. Tuhan ingin yang utama, pertama dan satu-satunya.
Kejadian 22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
Mengapa Tuhan meminta Ishak untuk dipersembahkan? Bisa saja Ishak sangat disayang, ini adalah hal yang wajar apalagi Abraham telah menunggu puluhan tahun, Ishak harus dipersembahkan agar hati Abraham tetap melekat kepada Tuhan.
Siapakah yang lebih kita cintai? Ishak atau Tuhan, berkat atau pemberi berkat? Mari kita buat komitmen kembali bahwa di hati kita hanya Yesus yang utama, pertama dan satu-satunya.
Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan
Ketika umat Israel menghadapi perang, mereka juga panik karena kekuatan musuh jauh lebih besar. Saking takutnya, mereka minta bantuan tentara Mesir, mereka berlindung pada Firaun dan berteduh di bawah naungan Mesir. Mereka lupa bahwa TUHANlah yang membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir.
Ada baiknya, di saat masalah dan tekanan menghadang, jangan bereaksi terlalu cepat. Nabi Yesaya mengingatkan kita untuk tetap tenang dan berada dikaki Tuhan.
1 Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar