Mazmur 28:1-8
Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur. Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
❇️ Pemazmur mengungkapkan dari hati yang terdalam bahwa sesungguhnya suara Tuhan adalah kebutuhan utama dari hidupnya, bagi Daud jika tidak mendengar suara Tuhan maka hidupnya tidak lebih dari jenazah yang sedang diturunkan kedalam liang lahat.
Mazmur 122:1
Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
❇️ Jangankan masuk rumah Tuhan untuk beribadah, dapat ajakan saja sudah merupakan sukacita besar bagi Daud, mengapa demikian? Karena ia menempatkan pertemuan-pertemuan ibadah sebagai suatu kesempatan emas untuk mendengar suara Tuhan, bagaimana dengan kita?
1 Samuel 28:4-7 (TB)
Orang Filistin itu berkumpul, lalu bergerak maju, dan berkemah dekat Sunem. Saul mengumpulkan seluruh orang Israel, lalu mereka berkemah di Gilboa. Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi. Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah."
❇️ Tuhan menasehati Saul berulang-ulang kali, tetapi Saul berkeras hati terhadap suara Tuhan. Saat Saul dan orang Israel menghadapi peperangan melawan orang Filistin, dalam hati Saul ada ketakutan yang besar kerena musuh semakin mendekat. Pada saat itulah Saul berseru kepada Tuhan dan tidak ada jawaban dari Tuhan karena Tuhan bungkam.
❇️ Kenyataan ini terus berlanjut sehingga Saul semakin hilang tuntunan, pada akhirnya Saul terlibat tindakan konyol hanya karena mengabaikan suara Tuhan.
1 Samuel 31:4
Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
👉 Orang yang mengabaikan suara Tuhan, pada akhirnya akan putus asa, kecewa bahkan konyol dalam tindakan.
Ibrani 12:5-10
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
Tetap semangat. JBU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar